HASNIATI, HASNIATI (2024) Gambaran Determinan Pada Balita Stunting di Daerah Lokus Stunting Wilayah Kerja Puskesmas Baolan kabupaten Tolitoli = DESCRIPTION OF THE DETERMINANTS OF STUNTING TODDLER IN THE STUNTING LOCUS AREA OF THE BAOLAN HEALTH CENTER WORKING AREA, TOLITOLI DISTRICT. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011231088-Fswo3C1mBNIYGVMn-20250108112714.jpg
Download (255kB) | Preview
R011231088-1-2.pdf
Download (495kB)
R011231088-dp.pdf
Download (253kB)
R011231088-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 December 2026.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Hasniati. R011231088. GAMBARAN DETERMINAN PADA BALITA STUNTING DI DAERAH LOKUS STUNTING WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI, dibimbing oleh Erfina Latar Belakang : Stunting adalah masalah global yang berdampak signifikan pada pertumbuhan anak dan generasi mendatang. Indonesia berkomitmen menurunkan prevalensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Oleh karena itu upaya penanggulangan stunting memerlukan pemahaman yang komprehensif tentang determinan yang mendasarinya agar bisa memberikan intervensi yang efektif dan tepat sasaran. Tujuan : Diketahuinya gambaran determinan pada balita stunting di daerah lokus stunting wilayah kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan melibatkan seluruh populasi (total sampling). Pengumpulan data melalui kuesioner untuk menggali informasi terkait riwayat diare pada balita, riwayat penyakit ISPA, riwayat pemberian ASI eksklusif dan MP ASI, pengetahuan ibu, status ekonomi keluarga, sumber air minum dan sanitasi, serta observasi terhadap buku KIA menggunakan lembar observasi untuk memperoleh data status imunisasi balita, berat badan lahir, jarak antar kelahiran, status gizi ibu ketika hamil, tinggi badan Ibu, pekerjaan Ibu, pendidikan Ibu dan usia ibu saat pertama kali hamil. Hasil : Gambaran determinan mayoritas pada balita stunting berdasarkan karakteristik balita ; memiliki riwayat penyakit ISPA (80%), riwayat diare (52,5%), karakteristik Ibu ; tingkat pendidikan rendah (52,5%), karakteristik rumah tangga ; ekonomi rendah (82,5%) dan sanitasi belum memenuhi kriteria (53,8%). Kesimpulan : Gambaran determinan mayoritas pada riwayat ISPA, riwayat diare, tingkat pendidikan, status ekonomi dan sanitasi. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode penelitian yang lebih komprehensif dan memperluas cakupan penelitian. Kata Kunci : Determinan, stunting, balita, lokus Sumber literatur : 107 Kepustakaan (2013-2024)
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Determinan, stunting, balita, lokus |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Keperawatan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 05:58 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 05:58 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52774 |
