MUTMAINNAH, MUTMAINNAH (2024) GAMBARAN KEKUATAN OTOT TANGAN PADA PASIEN PASCA STROKE DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN = DESCRIPTION OF HAND MUSCLE STRENGTH IN POST-STROKE PATIENTS IN THE OUTPATIENT UNIT OF DADI REGIONAL SPECIAL HOSPITAL, SOUTH SULAWESI PROVINCE. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011201089-62RTXVwdNrAqCJOp-20250108053700.jpg
Download (222kB) | Preview
R011201089-1-2.pdf
Download (308kB)
R011201089-dp.pdf
Download (210kB)
R011201089-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 October 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Mutmainnah. R011201089. GAMBARAN KEKUATAN OTOT TANGAN PASIEN PASCA STROKE DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN, dibimbing oleh Takdir Tahir dan Nuurhidayat Jafar. Latar Belakang: Stroke adalah salah satu masalah kesehatan utama yang dapat menyebabkan kelemahan otot ekstremitas termasuk otot tangan yang secara signifikan memengaruhi kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan Penelitian : Mengetahui bagaimana kekuatan otot tangan pada pasien pasca stroke di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Metode : Penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik sampel menggunakan purposive sampling dengan rumus slovin sehingga didapatkan besar sampel sebanyak 109 responden. Pengukuran kekuatan otot tangan dilakukan menggunakan Handgryp Dynamometer Tipe EH101. Hasil : hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden berada pada usia pra lanjut usia (45%), didominasi laki-laki (57,8%), dengan tingkat Pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi (masing-masing 35,8% dan 34,9%), dan sebagian besar mengalami stroke pertama kali (74,3%). Stroke iskemik merupakan jenis stroke paling banyak dialami (90,8%) dengan hemiparese sisi kiri (51,4%). Pasien dengan hemiparese kanan memiliki rata-rata 15,5 kg untuk yang lemah dan 19,1 kg untuk yang normal. Pasien dengan hemiparase kiri memiliki rata-rata 17,3 kg. pasien yang mengikuti rehabilitasi (66,1%) menunjukkan rata-rata kekuatan otot tangan 14,0 kg lebih rendah dibandingkan yang tidak mengikuti rehabilitasi (18,1 kg). Kesimpulan dan Saran : Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pasien pasca stroke mengalami penurunan kekuatan otot tangan dengan tingkat variasi yang berbeda terutama antara pasien yang mengikuti rehabilitasi dan tidak mengikuti rehabilitasi. Temuan ini dapat menjadi acuan untuk merancang program rehabilitasi yang lebih efektif bagi pasien pasca stroke.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Stroke, Kekuatan otot tangan, Rehabilitasi, Handgryp Dynamometer |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Keperawatan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 07:11 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 07:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52772 |
