IBRAHIM, ERNI CAHYANI (2025) MENGUNGKAP FAKTOR MISAPPROPRIATION ASET MELALUI PENDEKATAN GROUNDED THEORY: REKOMENDASI UNTUK PENGUATAN TATA KELOLA ASET DAERAH = UNCOVERING THE FACTORS OF ASSET MISAPPROPRIATION THROUGH A GROUNDED THEORY APPROACH: RECOMMENDATIONS FOR STRENGTHENING REGIONAL ASSET GOVERNANCE. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
A023221005-DISERTASI-COVER.jpg
Download (324kB) | Preview
A023221005-DISERTASI-BAB 1-2(FILEminimizer).pdf
Download (305kB)
A023221005-DISERTASI-DAPUS(FILEminimizer).pdf
Download (181kB)
A023221005-DISERTASI-FULL TEXT(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 15 September 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ERNI CAHYANI IBRAHIM : Mengungkap faktor misappropriation aset melalui pendekatan grounded theory: rekomendasi untuk penguatan tata kelola aset daerah (dibimbing oleh Aini Indrijawati dan Syamsuddin). Latar belakang. Aset tetap milik pemerintah daerah telah banyak disalahgunakan, sehingga menghasilkan temuan audit dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor pemicu pegawai negeri sipil dalam melakukan penyelewengan aset dan mengkaji bagaimana pemerintah daerah dapat keluar dari jerat penyelewengan aset, kemudian membangun konsep fraud dari perspektif misappropriation asset khususnya yang terjadi pada sector publik melalui study grounded theory. Metode. Metode grounded theory digunakan, berawal dari data empiris berupa kondisi kontekstual penyelewengan aset dan kinerja pengelolaan aset tetap yang ditemukan di beberapa pemerintah daerah. Variabel kontekstual ini berinteraksi dengan fenomena misappropriation aset, sehingga menghasilkan proses interaksi dan/atau konsekuensi yang kemudian melahirkan suatu proposisi. Hasil. Suatu model teoritis dikembangkan sebagai proposisi factor pemicu misappropriation aset dan arah peningkatan tata kelola aset pemerintah daerah. Kesimpulan. Warisan masa lalu berupa budaya organisasi dan sistem pengelolaan aset, kemudian memunculkan factor-faktor yang mendasari para pelaku, yakni: hubungan antara pelaku dan aparat, dan wujud penghargaan. Kemudian arah peningkatan tata kelola aset, tidak hanya pada aspek berwujud (sistem organisasi), tetapi penting untuk memperhatikan aspek tangible (perilaku pegawai).
Kata kunci: misappropriation aset, sistem tata kelola, grounded teori, pemerintah daerah, transformasi organisasi.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asset misappropriation, governance system, grounded theory, local government, organisational transformation. |
| Subjects: | H Social Sciences > HC Economic History and Conditions |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ekonomi > Ilmu Akuntasi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 03:15 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 03:15 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52770 |
