NURISMI, NURISMI (2024) PENERAPAN PENGURANGAN RISIKO INFEKSI: HAND HYGIENE DAN ALAT PELINDUNG DIRI OLEH PERAWAT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT DI RSUD HAJI KOTA MAKASSAR = IMPLEMENTATION OF INFECTION RISK REDUCTION: HAND HYGIENE AND PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT BY NURSES IN THE EMERGENCY DEPARTMENT AT RSUD HAJI MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011211114-divPKoq3QtFpJWXB-20250103174407.jpg
Download (58kB) | Preview
R011211114-1-2.pdf
Download (652kB)
R011211114-dp.pdf
Download (108kB)
R011211114-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 December 2026.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Keselamatan pasien menjadi prioritas utama di rumah sakit, namun infeksi nosokomial di Indonesia, termasuk di RSUD Haji Kota Makassar, masih tinggi. Tingkat kepatuhan perawat terhadap kebersihan tangan adalah 81,54%, sedangkan penggunaan alat pelindung diri mencapai 92,99% pada 2023. Di IGD, beban kerja tinggi dan situasi darurat menghambat penerapan teknik aseptik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan kebersihan tangan dan penggunaan APD oleh perawat di IGD untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran penerapan pengurangan risiko infeksi hand hygiene dan alat pelindung diri oleh perawat di ruang instalasi gawat darurat di RSUD Haji Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data obsevasional dan lembar kuesioner. Sampel penelitian ini sebanyak 27 responden perawat IGD (total sampling) Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan five moments hand hygiene tertinggi dilakukan setelah terpapar cairan tubuh (92,6%), dan pengetahuan perawat tentang kebersihan tangan cukup baik (81,5%). Meskipun demikian, penerapan enam langkah cuci tangan secara lengkap masih belum konsisten, ditandai pada momen sebelum tindakan aseptic sebanyak 26 orang (96.3%) tidak melakukan step hand hygiene dengan lengkap. Untuk penggunaan APD, pemasangan nurse cap dilakukan dengan benar oleh semua responden (100%). Temuan ini menunjukkan perlunya pelatihan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap protokol hand hygiene dan APD. Kesimpulan dan Saran: Penelitian ini menemukan kepatuhan tertinggi terhadap five moments hand hygiene pada momen ketiga. Penggunaan APD paling tinggi pada pemasangan nurse cap dan terendah pada pemasangan sarung tangan, dengan sebagian besar perawat memiliki pengetahuan baik tentang kebersihan tangan dan APD. Disarankan penelitian lanjutan selanjutnya disarankan bisa mengambil lebih dari satu rumah sakit sehingga sampel yang didapatkan lebih banyak lagi dan lebih mengeksplorasi kebijakan pengawasan memastikan kepatuhan hand hygiene dan penggunaan APD demi meminimalkan risiko infeksi
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hand Hygiene, Alat Pelindung Diri, perawat, IGD |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Keperawatan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 07:20 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 07:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52740 |
