Analisis Usahatani Sayuran Selada Hidroponik Berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) dan Panel Surya (Studi Kasus: Samata Green House, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan) = Analysis of Hydroponic Lettuce Vegetable Farming Based on Artificial Intelligence of Things (AIoT) and Solar Panels (Case Study: Samata Green House, Somba Opu District, Gowa Regency, South Sulawesi)


WATI, NURWAHIDA (2025) Analisis Usahatani Sayuran Selada Hidroponik Berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) dan Panel Surya (Studi Kasus: Samata Green House, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan) = Analysis of Hydroponic Lettuce Vegetable Farming Based on Artificial Intelligence of Things (AIoT) and Solar Panels (Case Study: Samata Green House, Somba Opu District, Gowa Regency, South Sulawesi). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G021211111-J4xh0IbQ3iWkzLp1-20250516144846.jpeg

Download (69kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G021211111-1-2.pdf

Download (272kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G021211111-dp.pdf

Download (97kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G021211111-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 May 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

NURWAHIDA WATI, Analisis Usahatani Sayuran Selada Hidroponik Berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) dan Panel Surya (Studi Kasus: Samata Green House, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan), (dibimbing oleh Prof. Ir. Muhammad Arsyad, S.P., M.Si., Ph.D) Latar Belakang. Hidroponik di Indonesia beberapa tahun terakhir cukup prospektif dan banyak digemari oleh penggiat pertanian perkotaan salah satunya usaha Samata Green House. Usaha ini fokus pada usahatani sayuran selada karena tingginya permintaan konsumen terhadap sayuran tersebut. Dalam menjalankan usahanya, Samata Green House memanfaatkan pengggunaan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) dan panel surya untuk memantau kondisi lingkungan seperti tinggi air, tingkat keasaman atau pH air, suhu lingkungan, kelembapan udara, dan konsentrasi zat padat terlarut (TDS) dalam air. Usahatani sayuran selada hidroponik berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) dan panel surya memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk membiayai investasi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan perhitungan yang tepat agar biaya yang dikeluarkan dapat memberikan keuntungan kepada perusahaan. Selain itu, perlu dilakukan analisis kelayakan usaha untuk melihat apakah usahatani sayuran selada hidroponik layak untuk di kembangkan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan, serta kelayakan usahatani sayuran selada hidroponik berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) dan Panel Surya pada usaha Samata Green House. Metode. Data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data tersebut diolah dan dihitung menggunakan analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan analisis kelayakan usaha. Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Usahatani sayuran selada hidroponik Artificial Intelligence of Things (AIoT) dan panel surya pada usaha Samata Green House dalam satu periode tanam mengeluarkan total biaya produksi sebesar Rp. 8.360.497, penerimaan sebesar Rp. 19.575.000, dan pendapatan total diperoleh sebesar Rp. 11.214.503; (2) Hasil nilai R/C Rasio diperoleh angka 2,34, artinya usaha tersebut layak untuk diusahakan. Setiap biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 1 maka memperoleh penerimaan sebesar Rp. 2,34. Adapun hasil perhitungan BEP produksi sebesar 186 kg dan BEP harga sebesar Rp. 19.219, artinya apabila usahatani memproduksi selada dengan biaya produksi yang sama dan hasil produksi 186 kg dan harga jualnya Rp. 19.219, maka usahatani selada hidroponik tersebut berada pada keadaan titik impas, dimana usahatani tidak mendapatkan laba namun tidak juga mengalami kerugian. Usahatani sayuran selada hidroponik berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) dan panel surya pada usaha Samata Green House akan mengalami pengembalian modal selama 1,9 tahun berdasarkan nilai payback period (PP) yaitu 1,9.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Usahatani, Kelayakan Usaha, Sayuran Selada Hidroponik
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 22 Jan 2026 00:21
Last Modified: 22 Jan 2026 00:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52733

Actions (login required)

View Item
View Item