ASRI, HUGES (2025) PERSEPSI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH BERSERTIFIKAT DAN BENIH LOKAL DALAM BERUSAHATANI BAWANG MERAH (Studi Kasus: Kelurahan Balla, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang) =FARMERS PERCEPTION TOWARDS THE USE OF CERTIFIED SEEDS AND LOCAL SEEDS IN SHALLOT FARMING (Case Study: Balla Village, Baraka District, Enrekang Regency). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G021211109-cCFve5h6AXyNmSV7-20250516151522.jpeg
Download (97kB) | Preview
G021211109-1-2.pdf
Download (204kB)
G021211109-dp.pdf
Download (70kB)
G021211109-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 May 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
HUGES ASRI, PERSEPSI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH BERSERTIFIKAT DAN BENIH LOKAL DALAM BERUSAHATANI BAWANG MERAH (Studi Kasus: Kelurahan Balla, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang). Dibimbing oleh: Ni Made Viantika S. Latar Belakang. Bawang merah merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia khususnya di bidang holtikultura, bawang merah memegang peranan penting yang mampu memberikan kontribusi yang cukup tinggi dalam mendukung kesejahteraan petani. Namun untuk mencapai hasil panen yang optimal, petani harus memilih jenis benih yang tepat, baik dari segi kualitas maupun kesesuaian kondisi lokal. Dengan demikian, petani dihadapkan kepada suatu pilihan yaitu menggunakan benih bawang merah bersertifikat ataupun benih bawang merah lokal, sedangkan pemilihan benih tidak terlepas dari persepsi petani terhadap varietas tersebut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap penggunaan benih bersertifikat dan benih lokal dalam berusahatani bawang merah di Kelurahan Balla, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang. Metode. Metode analisi yang digunakan adalah analisis persepsi dengan menggunakan teknik scoring dan dianalisis dengan menggunakan rata-rata skor dan perceptual mapping (pemetaan persepsi) dengan grafik jaring laba-laba. Penelitian ini dianalisis dengan bantuan 80 responden. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata keseluruhan persepsi petani terhadap benih bawang merah bersertifikat adalah 3,99. Sedangkan skor rata-rata persepsi petani terhadap benih bawang merah lokal adalah 3,55. Kedua skor tersebut berada dalam kategori baik, yang menunjukkan bahwa secara umum petani memiliki persepsi positif terhadap kedua jenis benih tersebut. Namun, berdasarkan temuan di lapangan, petani cenderung lebih memilih benih bawang merah bersertifikat karena dianggap memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan benih lokal. Keunggulan benih bersertifikat antara lain meliputi umur panen yang lebih singkat, ketersediaan benih pada saat dibutuhkan, kesesuaian ketersediaan benih dengan kebutuhan petani, kesesuaian agroekosistem setempat, kemudahan dalam penggunaan dan pemeliharaan, ketahanan terhadap hama dan penyakit, daya tumbuh dan daya simpan yang lebih baik, serta produktivitas dan kualitas hasil yang lebih tinggi. Sementara itu, keunggulan benih lokal hanya terletak pada atribut kemudahan mendapatkan benih dan harga yang lebih terjangkau.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Persepsi, Benih Bersertifikat, Benih Lokal, Bawang Merah |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agribisnis |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 00:21 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 02:35 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52730 |
