UJI DAYA HAMBAT Trichoderma harzianum DENGAN KOMBINASI BEBERAPA EKSTRAK GULMA TERHADAP Fusarium verticillioides PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) = Inhibition Test of Trichoderma harzianum with Combination of Several Weed Extracts Against Fusarium verticillioides Causing Stem Rot Disease In Corn Plants (Zea mays L.)


MERTU, FEBRYANTO (2025) UJI DAYA HAMBAT Trichoderma harzianum DENGAN KOMBINASI BEBERAPA EKSTRAK GULMA TERHADAP Fusarium verticillioides PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) = Inhibition Test of Trichoderma harzianum with Combination of Several Weed Extracts Against Fusarium verticillioides Causing Stem Rot Disease In Corn Plants (Zea mays L.). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G011201335-tKJxzMApZ3dTVUEC-20250515194849.jpg

Download (91kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G011201335-1-2.pdf

Download (663kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G011201335-dp.pdf

Download (151kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G011201335-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 May 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

F. verticillioides merupakan salah satu penyebab penyakit pada tanaman jagung yang dapat menurunkan produksi. T. harzianum merupakan salah satu agens hayati yang mampu mengendalikan penyebab penyakit pada tanaman, selain itu agens hayati ini mampu dikombinasikan dengan pestisida nabati sehingga dapat meningkatkan efektivitasnya dalam mengendalikan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas T. harzianum yang dikombinasikan dengan beberapa ekstrak gulma dalam menghambat perkembangan penyakit F. verticillioides secara in vitro dan in vivo pada benih. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap monofaktor pada pengujian in vitro maupun in vivo. Pengujian in vitro dilakukan untuk melihat pengaruh perlakuan kombinasi T. harzianum dengan ekstrak gulma alang-alang, babadotan, dan kirinyuh pada konsentrasi 2%, 5%, dan 10%, maupun perlakuan tunggal terhadap kerapatan spora, berat basah, dan berat kering miselium cendawan F. verticillioides. Pengujian in vivo dilakukan pada benih jagung pulut URI 1 untuk melihat efektivitas perlakuan terhadap insidensi penyakit, daya kecambah, keserempakan, dan kecepatan tumbuh benih. Pada pengujian in vitro didapatkan hasil bahwa perlakuan kombinasi memberikan hasil penghambatan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tunggal dalam menghambat F. verticillioides. P3 merupakan perlakuan kombinasi terbaik dengan penghambatan sebesar 85,30% terhadap berat basah miselium, dan 96,50% terhadap sporulasi cendawan F. verticillioides. Namun, perlakuan kombinasi masih kurang efektiv dalam menghambat kejadian penyakit, dengan presentase kejadian penyakit di atas 80%. Perlakuan kombinasi justru memberikan efek yang baik pada daya kecambah, keserempakan, serta kecepatan tumbuh benih yang terinfeksi penyakit F. verticillioides. Perlakuan kombinasi mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan penyakit secara in vitro, namun masih kurang efektif dalam menghambat perkembangan penyakit pada benih.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Alang-alang, babadotan, kirinyuh, perlakuan kombinasi, antagonis, insidensi penyakit.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 22 Jan 2026 00:50
Last Modified: 22 Jan 2026 00:50
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52725

Actions (login required)

View Item
View Item