FAJRI, AL IMAN (2025) Produksi Benih Jagung Hibrida dengan Aplikasi Pupuk Daun dan Teknik Penyerbukan = Hybrid Maize Seed Poduction with Foliar Fertilizer Application and Pollination Techniques. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011211176-7T84plRFL6vcZhUe-20250515175914.jpg
Download (101kB) | Preview
G011211176-1-2.pdf
Download (320kB)
G011211176-dp.pdf
Download (103kB)
G011211176-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 April 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Produksi jagung di Indonesia cukup tinggi, akan tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan jagung yang semakin meningkat. Salah satu alternatif untuk memecahkan masalah tersebut yaitu dengan cara intensifikasi budidaya tanaman jagung menggunakan benih dari varietas unggul. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara teknik penyerbukan yang digunakan dan aplikasi pupuk daun terhadap pertumbuhan dan produksi benih jagung hibrida pada lahan sawah. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pabbentengang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, dimulai dari Mei-Agustus 2024, menggunakan rancangan petak terpisah dengan 3 blok sebagai ulangan. Petak utama yaitu teknik penyerbukan yang terdiri dari penyerbukan alami, metode kuas, dan metode semprot. Anak petak yaitu pupuk daun yang terdiri dari kontrol, Ambition, Bayfolan, Agrimore-Even dan Agrimore-N. Hasil. Terdapat interaksi yang berpengaruh sangat nyata pada perlakuan dengan metode kuas dan aplikasi pupuk daun Agrimore-N, masing-masing unggul dalam bobot benih per tongkol (34,50 g) dan produktivitas (1,97 ton/ha-1). Pengaruh tunggal teknik penyerbukan dengan metode kuas berpengaruh nyata terhadap parameter bobot 100 biji (30,9 g). Parameter yang berpengaruh tidak nyata memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman (161,4 cm), tinggi letak tongkol (86,5 cm), diameter batang (1,85 cm), jumlah daun (11,70 helai), panjang daun (67,80 cm), lebar daun (8,20 cm), luas daun (420,60 cm2), sudut daun (36,90°), panjang malai (32,40 cm), umur berbunga jantan (55,10 HST), bobot per tongkol (138,6 g), rendemen (0,31%) dan kadar air (12,9%). Kesimpulan. Kombinasi perlakuan metode kuas dan aplikasi pupuk daun Agrimore-N menjadi perlakuan terbaik karena menghasilkan interaksi yang berpengaruh sangat nyata pada parameter generatif. Perlakuan dengan metode kuas menjadi perlakuan tunggal terbaik yang menghasilkan pengaruh nyata pada parameter generatif. Perlakuan pupuk daun berpengaruh tidak nyata pada semua parameter vegetatif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Jagung hibrida, penyerbukan, pupuk daun |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 04:02 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 04:02 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52706 |
