Komparasi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Kakao Bersertifikasi Rainforest Alliance dan Nonsertifikasi Rainforest Alliance di Kab. Polewali Mandar=Comparison of Household Food Security Between Rainforest Alliance Certified and Non Rainforest Alliance Certified Cocoa Farmers in Polewali Mandar Regency


Hartawan, Haura Ganesia (2025) Komparasi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Kakao Bersertifikasi Rainforest Alliance dan Nonsertifikasi Rainforest Alliance di Kab. Polewali Mandar=Comparison of Household Food Security Between Rainforest Alliance Certified and Non Rainforest Alliance Certified Cocoa Farmers in Polewali Mandar Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G021191141-4QCUgps3zv76XfFG-20250515174514.jpg

Download (326kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G021191141-1-2.pdf

Download (536kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G021191141-dp.pdf

Download (271kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G021191141-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 May 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Sektor pertanian, khususnya komoditas kakao, memegang peranan strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia, terutama melalui kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat dan juga dapat menyediakan lapangan kerja. Kabupaten Polewali Mandar, khususnya Kecamatan Tubbi Taramanu, merupakan salah satu sentra utama produksi kakao nasional. Namun demikian, tingginya potensi produksi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kesejahteraan petani, sebagaimana tercermin dari keadaan ketahanan pangannya yang masih rendah di tingkat rumah tangga. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani kakao bersertifikasi Rainforest Alliance dan non-bersertifikasi Rainforest Alliance Alliance khususnya pada aspek konsumsi pangan serta membandingkan ketahanan pangan rumah tangga antara petani kakao bersertifikasi Rainforest Alliance dan non bersertifikasi Rainforest Alliance. Metode. Analisis dalam penelitian ini meliputi perhitungan penerimaan, pengeluaran dan pendapatan rumah tangga, analisis Total Konsumsi Energi (TKE) dan food recall, serta pengukuran ketahanan pangan menggunakan pendekatan Tabel Jonsson dan Toole. Hasil. petani kakao bersertifikasi Rainforest Alliance memiliki rata-rata penerimaan, pengeluaran dan pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi dibandingkan petani non-sertifikasi, yakni Rp7.806.510; Rp4.197.147 dan Rp3.609.363 per bulan, sedangkan non-sertifikasi masing-masing sebesar Rp5.858.773; Rp3.580.404 dan Rp2.278.369. Pengeluaran rumah tangga dan tingkat konsumsi energi (TKE) juga lebih tinggi pada kelompok bersertifikasi, dengan TKE mencapai 92% dibandingkan 83% pada kelompok non-sertifikasi. Meskipun persentase pengeluaran pangan berbeda sedikit (34,5% dan 34,7%), proporsi pengeluaran non-pangan jauh lebih besar pada petani bersertifikasi (65,5%). Kedua kelompok tergolong dalam kategori tahan pangan, namun petani bersertifikasi menunjukkan kondisi ketahanan pangan yang relatif lebih baik. Kesimpulan. Sebagian besar rumah tangga petani kakao bersertifikasi Rainforest Alliance menunjukkan kecenderungan tingkat konsumsi dan ketahanan pangan yang lebih baik dibandingkan non-sertifikasi. Namun, selisih nilai antar kelompok tergolong kecil, sehingga keunggulan petani sertifikasi belum cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa sertifikasi secara langsung menjamin kondisi ketahanan pangan yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Komparasi, Konsumsi pangan, Sertifikasi Rainforest Alliance
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 21 Jan 2026 02:54
Last Modified: 21 Jan 2026 02:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52703

Actions (login required)

View Item
View Item