HANDAYANI, FUADAH (2025) HUBUNGAN ANTARA KADAR INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR-1 DENGAN RESPONS TERAPI KANKER PARU JENIS KARSINOMA BUKAN SEL KECIL = RELATIONSHIP OF INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR -1 LEVELS IN NON SMALL CELL LUNG CARCINOMA RESPONSE THERAPY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C185211009-Cover.jpeg
Download (73kB) | Preview
C185211009-bab 1-2.pdf
Download (446kB)
C185211009-dp(FILEminimizer).pdf
Download (57kB)
C185211009-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 19 January 2028.
Download (690kB)
Abstract (Abstrak)
LATAR BELAKANG : Kanker paru mencakup semua penyakit keganasan di paru yang berasal dari parenkim paru. Data laporan Statistik Kanker Global tahun 2022 memperkirakan terdapat 2,4 juta kasus baru kanker paru yang terdiagnosis secara global. Kanker paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di dunia dengan angka kematian sebanyak 18,7%. Kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) mewakili sekitar 85% dari semua kasus kanker paru. Kadar insulin-like growth factor-1 (IGF-1) yang meningkat telah dikaitkan dengan prognosis yang buruk dan resistensi terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar IGF-1 serum dengan respons terapi pada pasien KPKBSK. METODE : Penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, pada bulan September 2024 hingga Februari 2025 melibatkan pasien dengan diagnosis KPKBSK dan telah dikonfirmasi secara histopatologis serta memberikan persetujuan tertulis untuk berpartisipasi. Pasien dengan keganasan lain dikeluarkan dari penelitian ini. Kadar IGF-1 serum diukur menggunakan metode ELISA, dan respons terapi dievaluasi berdasarkan kriteria RECIST. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square dan kurva ROC melalui perangkat lunak SPSS. HASIL :Sebanyak 80 pasien yang diteliti, mayoritas berusia antara 45–60 tahun, dengan 90% memiliki riwayat pajanan asap rokok, dan adenokarsinoma merupakan jenis histologi terbanyak (46,3%). Kadar IGF-1 yang tinggi berhubungan secara signifikan dengan progresivitas penyakit (OR = 3,84; p = 0,02), dengan 35% pasien menunjukkan progresi. Analisis ROC menunjukkan nilai ambang IGF-1 sebesar 3115,22 dengan sensitivitas 84% dan spesifisitas 83%. Kadar IGF-1 yang tinggi juga secara signifikan berkaitan dengan kejadian metastasis jauh (OR = 3,86; p = 0,028). KESIMPULAN : Kadar IGF-1 serum yang tinggi dapat berperan sebagai biomarker prediktif terhadap respons terapi dan metastasis pada pasien KPKBSK.
KATA KUNCI : Kanker Paru, Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil, IGF-1, Respons Terapi, Serum.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lung cancer, Non-Small Cell Lung Cancer, IGF-1, Response Therapy, Serum. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 01:23 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 01:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52644 |
