Penguatan Kapasitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Pantai Marannu Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai = Capacity Strengthening of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in the Development of Marannu Beach Tourism in East Sinjai District, Sinjai Regency


NURANNISA, NURANNISA (2025) Penguatan Kapasitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Pantai Marannu Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai = Capacity Strengthening of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in the Development of Marannu Beach Tourism in East Sinjai District, Sinjai Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
E011211032-XEKMa3xZez0FCVH6-20250702102821.jpg

Download (217kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
E011211032-1-2.pdf

Download (419kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
E011211032-dp.pdf

Download (207kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
E011211032-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 June 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan kapasitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengembangan objek wisata pantai marannu di Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik analisis data yang dilakukan melalui kondensasi data, tampilan data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Penguatan Kapasitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Pantai Marannu Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai belum sepenuhnya optimal berdasarkan teori Capacity Building menurut Merilee S. Grindle (1997) mencakup tiga dimensi yaitu : Human Resource Development, Organizational Strengthening, Institutional Reform. Dimensi pengembangan sumber daya manusia, pelatihan masih terbatas pada pengurus inti dan belum mencakup seluruh pegawai yang terlibat langsung di objek wisata. Rekrutmen dilakukan secara langsung kepada individu yang dianggap kompeten, dengan sistem penggajian berbasis bagi hasil melalui musyawarah desa. Kondisi kerja tergolong baik meskipun sarana prasarana masih terbatas. Pada dimensi penguatan organisasi, pemanfaatan personil telah berjalan sesuai kompetensi, ditunjang oleh gaya kepemimpinan demokratis dan budaya organisasi yang mendukung. Namun, sistem insentif belum ada untuk menunjang peningkatan kinerja. Pada dimensi reformasi kelembagaan, pengelolaan telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Desa dan AD/ART, tetapi kebijakan pengembangan wisata belum berkembang secara komprehensif, terbatas pada revisi tarif masuk tanpa arah kebijakan jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan yang lebih merata, penyediaan insentif, serta penyusunan kebijakan yang lebih komprehensif dan kolaboratif guna mendukung keberlanjutan pengelolaan objek wisata oleh BUMDes.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Penguatan Kapasitas, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pengelolaan Objek wisata.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 15 Jan 2026 07:28
Last Modified: 15 Jan 2026 07:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52630

Actions (login required)

View Item
View Item