RELASI PERDAGANGAN BUTON, BUGIS, DAN TIONGHOA (STUDI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DI KOTA BAUBAU) = TRADE RELATIONS AMONG BUTONESE, BUGINESE, AND CHINESE: A STUDY OF INTERCULTURAL COMMUNICATION IN BAUBAU CITY


NIRWANA, NIRWANA (2025) RELASI PERDAGANGAN BUTON, BUGIS, DAN TIONGHOA (STUDI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DI KOTA BAUBAU) = TRADE RELATIONS AMONG BUTONESE, BUGINESE, AND CHINESE: A STUDY OF INTERCULTURAL COMMUNICATION IN BAUBAU CITY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
E022222022-W1sdkDbCr2huG5YI-20250820122050.jpeg

Download (129kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
E022222022-1-2.pdf

Download (689kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
E022222022-dp.pdf

Download (233kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
E022222022-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 August 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan mengetahui komunikasi antaretnik Buton, Bugis, dan Tionghoa melalui relasi perdagangan dan faktor penghambat ketiga etnik tersebut dalam menjalin relasi dagang di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Informan ditentunkan dengan menggunakan teknik purposif, yaitu dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu bahwa mereka dianggap berkompeten untuk menjawab pertanyaan peneliti. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan para informan. Sementara data sekunder diperoleh melalui studi pustaka berupa buku-buku, jurnal, artikel dan sebagainya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antaretnik Buton, Bugis, dan Tionghoa melalui relasi perdagangan di Kota Baubau telah menciptakan sebuah dinamika sosial-budaya yang berkelanjutan. Dalam konteks perdagangan, ketiga etnik ini berhasil membangun sistem komunikasi yang efektif dengan meggunakan bahasa Indonesia sebagai dalam menjalin komunikasi. Relasi yang terbangun antarpedagang berbeda etnik ini menunjukkan hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain, sekadar transaksi bisnis semata hingga relasi yang menunjukkan ikatan kekeluargaan yang kuat antarpedagang beda etnik. Relasi perdagangan antaretnik di Kota Baubau, termasuk etnik Buton, Bugis dan Tionghoa berjalan lancar tanpa hambatan yang signifikan. Fenomena ini dapat dipahami melalui prinsip Sarapatanguna sebuah nilai lokal yang mengedepankan semangat kebersamaan, toleransi, menjaga rasa malu, serta kepercayaan dalam aktivitas ekonomi. Nilai ini menjadi perekat yang efektif bagi kelompok etnik Buton, Bugis dan Tionghoa yang masing-masing memiliki konsep serupa meski dengan istilah berbeda.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: komunikasi antarbudaya, etnik Buton, etnik Bugis, etnik Tionghoa, relasi perdagangan
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 15 Jan 2026 06:12
Last Modified: 15 Jan 2026 06:12
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52606

Actions (login required)

View Item
View Item