AULIA, DEASY FATIMAH (2025) HUBUNGAN KADAR MAGNESIUM DAN VITAMIN D SERUM TERHADAP LUAS GERAK SENDI DAN 30-SECOND SIT TO STAND TEST PASIEN OSTEOARTHRITIS LUTUT = THE RELATIONSHIP OF SERUM MAGNESIUM AND VITAMIN D LEVELS ON RANGE OF MOTION AND 30-SECOND SIT TO STAND TEST KNEE OSTEOARTHRITIS PATIENT. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C215211001-Cover.jpg
Download (314kB) | Preview
C215211001-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (763kB)
C215211001-dp(FILEminimizer).pdf
Download (922kB)
C215211001-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 26 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Osteoarthritis (OA) lutut merupakan penyakit sendi degeneratif yang umum terjadi dan merupakan penyebab utama disabilitas, dimana keterbatasan gerak sendi merupakan salah satu gejala yang berdampak pada kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari dan penurunan performa fisik. Penilaian keparahan OA lutut saat ini umumnya dilakukan melalui radiografi, sehingga penting untuk mendeteksi faktor risiko yang dapat dimodifikasi, termasuk mikronutrien serta penilaian luas gerak sendi dan performa fisik dengan metode yang mudah dilakukan. Beberapa studi menunjukkan bahwa magnesium dan vitamin D berperan penting dalam perkembangan sendi, tulang dan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar serum magnesium dan vitamin D terhadap luas gerak sendi (LGS) dan tes 30-second sit to stand (30STS). Metode: Penelitian ini adalah obsevasional analitik dengan desain cross sectional yang melibatkan 44 penderita OA lutut primer. Kadar magnesium dan vitamin D diukur kemudian dibandingan dengan penilaian LGS dan 30STS menggunakan uji Mann- Whitney. Hasil: Rata-rata kadar magnesium ditemukan dalam batas normal (1,91 mmol/L), sementara kadar vitamin D berada dalam kategori insufiensi (17,56 ng/mL). Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar magnesium tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap LGS (p> 0,05) dan 30STS (p>0,05) sedangkan kadar vitamin D menunjukkan perbedaan signifikan terhadap LGS (p<0,05) dan 30STS (p<0,05). Kesimpulan: Terhadap hubungan signifikan antara kadar vitamin D serum terhadap LGS dan 30STS namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kadar magnesium dengan kedua parameter tersebut pada pasien OA lutut.
Keyword : osteoarthritis lutut; luas gerak sendi; performa fisik; magnesium; vitamin D.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Knee osteoarthritis; range of motion; physical performance; magnesium; vitamin D. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 01:12 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 01:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52567 |
