Pengaruh Persentase Cacing Sutra (Tubifex sp.) terhadap Faktor Kondisi dan Lama Waktu Molting Burayak Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) = The Effect of Silkworm Percentage (Tubifex sp.) on the Condition Factors and Moulting Time on Freshwater Lobster Fry (Cherax quadricarinatus)


ASFAD, ANDI SRIADNINSIH (2025) Pengaruh Persentase Cacing Sutra (Tubifex sp.) terhadap Faktor Kondisi dan Lama Waktu Molting Burayak Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) = The Effect of Silkworm Percentage (Tubifex sp.) on the Condition Factors and Moulting Time on Freshwater Lobster Fry (Cherax quadricarinatus). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L031211081-R59vmkMFsn6uyX1E-20250722085619.jpg

Download (370kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L031211081-1-2.pdf

Download (384kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L031211081-dp.pdf

Download (153kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
L031211081-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 July 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Persentase pakan cacing sutra yang optimal dapat mengurangi defisiensi nutrisi dan biaya produksi. Tujuan. Menentukan persentase cacing sutra yang tepat dalam menghasilkan faktor kondisi dan lama waktu molting burayak lobster air tawar yang terbaik. Metode. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2025, di Bumi Pacellekang Sejahtera, Kecamatan Patallasang, Kabupaten Gowa. Burayak lobster air tawar berumur 5 hari dengan bobot rata-rata 0,02 g dan panjang 8,83 mm sebanyak 30 ekor/perlakuan di wadah plastik hitam berisi air 10 L. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan persentase cacing sutra yakni 3, 5, 7 dan 9% dari bobot tubuh. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut W-Tuckey. Hasil. Pemberian cacing sutra dengan persentase berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap faktor kondisi dan lama waktu molting burayak. Hasil uji W-Tukcey menunjukkan faktor kondisi terbaik dihasilkan pada persentase 7%, namun tidak berbeda nyata dengan persentase 5%. Faktor kondisi terendah dihasilkan pada persentase 9%, namun tidak berbeda nyata dengan persentase 3%. Hasil uji lanjut W-Tuckey menunjukkan bahwa lama waktu molting terbaik dihasilkan pada persentase 7%, namun tidak berbeda nyata dengan persentase 5%. Lama waktu molting terendah dihasilkan pada persentase 3%, namun tidak berbeda nyata dengan persentase 5 dan 9%. Kesimpulan. Faktor kondisi dan lama waktu molting burayak lobster air tawar terbaik dihasilkan pada persentase 5% dengan rata-rata faktor kondisi 3,58 serta rata-rata waktu molting 8,66 hari.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: persentase pakan; lobster air tawar; faktor kondisi; molting
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 15 Jan 2026 01:00
Last Modified: 15 Jan 2026 01:00
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52552

Actions (login required)

View Item
View Item