YANTO, YANTO (2025) Efek Pemberian Kombinasi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan Kapsul Biji Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Terhadap Perubahan Jumlah Bakteri Pada Sputum Penderita TB Di Kabupaten Majene = Effect Of Giving Combination Of Anti-Tuberculosis Drugs (OAT) And Pumpkin Seed Capsules (Cucurbita Moschata) ON Changes In The Number Of Bacteria In The Sputum Of TB Patients In Majene District. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K042231022-TyOZI5Yz8dsSRgqt-20250819173109.jpg
Download (141kB) | Preview
K042231022-1-2.pdf
Download (433kB)
K042231022-dp.pdf
Download (89kB)
K042231022-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 July 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Bakteri Tuberkulosis (TB) tetap menjadi tantangan kesehatan global, bahkan setelah pandemi COVID-19, dan merupakan penyebab utama kematian akibat infeksi, melebihi HIV/AIDS. Tingginya angka penularan TB dipengaruhi oleh banyaknya pasien, terutama yang terdiagnosis TB BTA (+), yang tidak berhasil disembuhkan. WHO merekomendasikan penggunaan obat tradisional, termasuk herbal, sebagai upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat. Biji labu kuning (Cucurbita moschata) diakui memiliki nilai gizi tinggi dan aman untuk konsumsi sehari-hari. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian kombinasi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan kapsul biji labu kuning terhadap jumlah bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam sputum penderita TB di Kabupaten Majene. Metode. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan dua kelompok: intervensi (OAT + kapsul biji labu) dan kontrol (OAT saja), yang melibatkan 57 responden (28 intervensi dan 29 kontrol). Kelompok intervensi menerima 180 kapsul biji labu kuning (700 mg) selama 90 hari, dengan konsumsi 2 kapsul per hari dan konsumsi OAT sesuai dengan dosis dari dokter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, Paired T-Test, dan Wilcoxon. Pemeriksaan jumlah bakteri dalam sputum dilakukan pada 30, 60, dan 90 hari. Hasil. Pada kelompok intervensi, 57,14% responden berusia 41-60 tahun, sedangkan kelompok kontrol memiliki distribusi usia yang Variatif. Rata-rata nilai sebelum intervensi pada kelompok intervensi adalah 110,8 (SD 151,8) yang menurun menjadi 0,0 (SD 0,0) setelah intervensi. Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengalami penurunan sedikit. Nilai p < 0,001 menunjukkan perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Pada bulan pertama, 67,86% pasien intervensi negatif, dibandingkan 41,36% pada kontrol (p-value 0,045). Kesimpulan. Kombinasi OAT dan kapsul biji labu kuning memiliki efek positif dalam mengurangi jumlah bakteri. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan kapsul biji labu kuning sebagai suplemen dalam pengobatan TB untuk meningkatkan efektivitas terapi.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Obat Anti Tuberkulosis; Kapsul Biji Labu Kuning; Mycobacterium tuberculosis; Sputum; Tuberkulosis. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 02:05 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 02:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52539 |
