AMIN, MUSDALIFAH (2025) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KADAR SERUM MAGNESIUM DENGAN GLUKOSA DARAH PADA ORANG DEWASA OBESITAS = THE RELATION BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND SERUM MAGNESIUM LEVEL WITH BLOOD GLUCOSE IN OBESETY ADULTS. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K042231018-8TM6pSm5BNjgA4Io-20250814191858.jpg
Download (395kB) | Preview
K042231018-1-2.pdf
Download (352kB)
K042231018-dp.pdf
Download (142kB)
K042231018-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Glukosa darah atau kadar gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Aktivitas fisik dapat menjadi faktor pemicu terjadinya peningkatan kadar glukosa darah di dalam tubuh dan kekurangan magnesium menyebabkan peningkatan sekresi insulin dan mengganggu mekanisme insulin, sehingga menyebabkan resistensi insulin, hiperglikemia, dan komplikasi diabetes tipe 2. Tujuan. untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kadar serum magnesium dengan glukosa darah pada orang dewasa obesitas. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional, penelitian ini dilaksanakn di kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada bulan Oktober – Desember 2024. Populasi pada penelitian ini yaitu 130 pegawai yang obesitas, sampel ini dipilih secara simple random sampling dan didapatkan sebanyak 105 sampel. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner aktivitas fisik yaitu global physical activity questionnaire (GPAQ), semi quantitative food frequency questionnaire dan pengambilan sampel darah vena untuk menilai serum magnesium dan glukosa darah puasa pada sampel. Analisis data menggunakan program SPSS 26 dengan uji Chi-Square dan uji korelasi spearman. Hasil. Nilai rerata aktivitas fisik pada pegawai obesitas yaitu 1.136 METs (kategori sedang). Semua pegawai obesitas memiliki kadar serum magnesium dengan nilai rerata 2,07 mg/dl (normal). Nilai rerata glukosa darah puasa pada pegawai obesitas yaitu 96,37 mg/dl (normal) dan terdapat 19% yang hiperglikemia. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan glukosa darah puasa (p = 0,848; p > 0,05). Hasil uji korelasi spearman antara kadar serum magnesium dan glukosa darah puasa juga menunjukkan tidak adanya korelasi (p = 0,631; p > 0,05). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan glukosa darah puasa pada pegawai obesitas di kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Tidak terdapat korelasi antara serum magnesium dengan glukosa darah puasa pada pegawai obesitas di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aktivitas fisik, serum magnesium, glukosa darah, obesitas |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 02:03 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 02:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52538 |
