Kelayakan dan Sensitivitas GeneXpert MTB/RIF Ultra Pada Saliva Untuk Diagnosis TB Paru = FEASIBILITY AND SENSITIVITY OF GENEXPERT MTB/RIF ULTRA ON SALIVA FOR DIAGNOSIS OF PULMONARY TB.


ASTUTI, DIANA (2025) Kelayakan dan Sensitivitas GeneXpert MTB/RIF Ultra Pada Saliva Untuk Diagnosis TB Paru = FEASIBILITY AND SENSITIVITY OF GENEXPERT MTB/RIF ULTRA ON SALIVA FOR DIAGNOSIS OF PULMONARY TB. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C185212007-Cover.jpeg

Download (52kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C185212007-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (508kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C185212007-dp(FILEminimizer).pdf

Download (274kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C185212007-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

DIANA ASTUTI. Kelayakan dan sensitivitas GeneXpert MTB/RIF Ultra pada saliva untuk diagnosis tuberkulosis paru (dibimbing oleh Nurjannah Lihawa dan Harry Akza Putrawan) Latar Belakang. Tuberkulosis (TB) tetap menjadi masalah kesehatan global utama, dengan Indonesia menempati peringkat kedua, dilaporkan 1,09 juta kasus baru dan 125.000 kematian pada tahun 2024. Meskipun terdapat kemajuan dalam diagnostik TB, kesenjangan deteksi masih terjadi, terutama karena kesulitan dalam pengumpulan sampel dahak. Uji GeneXpert MTB/RIF Ultra meningkatkan deteksi TB dan identifikasi resistensi rifampisin dengan menargetkan sekuens gen tambahan (IS1081/IS6110). Namun, kesulitan mendapatkan spesimen dahak yang berkualitas memerlukan pendekatan diagnostik alternatif, seperti pemeriksaan berbasis saliva, untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan dan sensitivitas GeneXpert MTB/RIF Ultra pada saliva untuk diagnosis TB paru. Metode. Penelitian ini suatu study cross-sectional dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada Agustus hingga Oktober 2024. Pasien terduga TB paru dipilih secara consecutive sampling berdasarkan gejala klinis, riwayat kontak atau temuan radiologi toraks. Pemeriksaan GeneXpert MTB/RIF Ultra dilakukan pada sampel dahak dan saliva, serta dilakukan kultur MTB pada dahak. Analisis dilakukan untuk menilai kelayakan dan sensitivitas diagnostik. Hasil. Penelitian ini melibatkan 47 peserta dengan rata-rata usia 48,06 ± 14,18 tahun. Sebagian besar subjek berjenis kelamin laki-laki (68,1%) dan gejala dominan adalah batuk kronis (44,7%). Uji menunjukkan spesifisitas tinggi namun sensitivitas sedang, yang mengindikasikan keandalannya dalam mengonfirmasi kasus TB, namun keterbatasan dalam mendeteksi seluruh kasus infeksi. Kesimpulan. Pemeriksaan GeneXpert MTB/RIF Ultra berbasis saliva menawarkan alternatif diagnostik non-invasif, terutama pada pasien yang tidak dapat menghasilkan dahak. Namun, sensitivitasnya yang terbatas menunjukkan perlunya optimalisasi lebih lanjut atau metode diagnostik komplementer untuk meningkatkan tingkat deteksi.

Keyword : Tuberkulosis paru; GeneXpert MTB/RIF Ultra; saliva; spesimen diagnostik; pemeriksaan TB non-invasif.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Pulmonary tuberculosis; GeneXpert MTB/RIF Ultra; saliva; diagnostic specimen; non-invasive TB testing.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 14 Jan 2026 01:53
Last Modified: 14 Jan 2026 01:53
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52534

Actions (login required)

View Item
View Item