NOVIANSYAH, EKO INDRA (2025) PENGARUH HEPATOPROTEKTOR TERHADAP RISIKO KEJADIAN HEPATITIS IMBAS OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU KASUS BARU = EFFECT OF HEPATOPROTECTOR ON PREVENTING DRUG-INDUCED HEPATITIS IN NEW CASE PULMONARY TUBERCULOSIS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C185212004-Cover.jpg
Download (98kB) | Preview
C185212004-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (355kB)
C185212004-dp(FILEminimizer).pdf
Download (374kB)
C185212004-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 19 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK EKO INDRA NOVIANSYAH. Pengaruh hepatoprotektor terhadap risiko kejadian hepatitis imbas obat pada pasien tuberkulosis paru kasus baru (dibimbing oleh Irawaty Djaharuddin dan Harry Akza Putrawan) Latar Belakang. Obat anti tuberkulosis (TB) merupakan penyebab umum hepatotoksisitas. hepatoprotektor sering digunakan secara empiris untuk mencegah hepatitis imbas obat TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi insiden DIH pada pasien TB paru kasus baru yang menerima hepatoprotektor dan mengidentifikasi faktor risiko terkait. Metode. Sebuah studi cross-sectional retrospektif dilakukan terhadap 140 pasien TB paru kasus baru di dua rumah sakit di Makassar, Indonesia. Diagnosis TB dan tingkat keparahan DIH (berdasarkan kriteria WHO) ditentukan oleh dokter spesialis paru. Data demografi, komorbiditas, waktu onset DIH, kadar enzim hati seperti aspartat aminotransferase (AST), alanin aminotransferase (ALT), dan bilirubin dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji t-test berpasangan. Hasil. DIH ditemukan pada 38 (27,1%) pasien. Prevalensinya lebih tinggi pada wanita dan individu di atas 50 tahun. Mayoritas kasus DIH adalah derajat dua, ditandai dengan peningkatan AST (71,1%) dan ALT (47,7%). Komorbiditas, termasuk diabetes melitus (28,9%), HIV (10,5%), dan CKD (2,6%), secara signifikan berhubungan dengan insiden DIH yang lebih tinggi (P < 0,001). Onset rata-rata DIH terjadi dalam 14 hari pada 94,7% kasus. Sementara AST dan ALT meningkat secara signifikan (P < 0,001), kadar bilirubin tidak berkorelasi dengan peningkatan ini. Pemberian agen hepatoprotektor dikaitkan dengan penurunan insiden DIH sebesar 73%. Kesimpulan. Meskipun sudah diberikan hepatoprotektor, usia lanjut dan adanya komorbiditas secara signifikan meningkatkan risiko DIH pada pasien TB yang menjalani pengobatan OAT. Temuan ini memberikan gambaran pentingnya pemantauan dan penatalaksanaan yang tepat terhadap pasien TB berisiko tinggi , meskipun sudah diberikan hepatoprotektor. Kata kunci: obat antituberkulosis; hepatitis imbas obat; hepatoprotektor; hepatotoksisitas; faktor risiko, tuberkulosis.
Keywords: antitubercular agents; drug‑induced liver injury; hepatoprotective agents; hepatotoxicity; risk factors; tuberculosis.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Antitubercular agents; drug‑induced liver injury; hepatoprotective agents; hepatotoxicity; risk factors; tuberculosis. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 01:34 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 01:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52527 |
