SAPUTRA, ANDIKA AJI (2025) Kadar Interleukin 6 Sebagai Biomarker Prognostik Pada Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil = INTERLEUKIN 6 LEVEL AS A PROGNOSTIC BIOMARKER IN NON-SMALL CELL LUNG CANCER. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C185211003-Cover.jpg
Download (394kB) | Preview
C185211003-1-2.pdf
Download (285kB)
C185211003-dp(FILEminimizer).pdf
Download (33kB)
C185211003-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 31 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
LATAR BELAKANG: Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK) merupakan kanker paru yang paling sering dan menjadi penyebab utama kematian terkait kanker dengan 1,8 juta kasus kematian pada tahun 2020. Interleukin-6 (IL-6) diekspresikan secara signifikan dalam lingkungan mikro tumor KPKBSK dan berperan dalam progresi tumor, angiogenesis, serta metastasis. Peningkatan kadar IL-6 dikaitkan dengan prognosis yang buruk serta penurunan respons terhadap kemoterapi. Mengingat perannya dalam inflamasi dan patogenesis kanker, IL-6 berpotensi menjadi biomarker prognostik yang signifikan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi IL-6 dalam meningkatkan akurasi diagnostik, pemantauan penyakit, serta strategi terapeutik pada KPKBSK. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran IL-6 sebagai biomarker prognostik pada pasien dengan KPKBSK melalui pengukuran kadar IL-6. METODE: Penelitian ini merupakan studi observasional kohort retrospektif yang dilaksanakan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dari Juli 2022 hingga Mei 2023. Subjek penelitian terdiri dari pasien KPKBSK yang baru terdiagnosis dan direkrut melalui metode total sampling. Kadar IL-6 dalam serum dan cairan bilasan bronkus diukur menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA), dengan ambang batas peningkatan ditetapkan pada >4 pg/mL. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan metode univariat dan bivariat, serta disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi. HASIL: Studi ini melibatkan 66 pasien KPKBSK dan 22 subjek kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar IL-6 pada pasien KPKBSK meningkat secara signifikan dalam Bilasan bronkus dan serum dibandingkan dengan kelompok kontrol. Analisis sub kelompok mengungkapkan bahwa pasien dengan riwayat merokok serta komorbiditas, terutama Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), memiliki kadar IL-6 yang lebih tinggi, menunjukkan status inflamasi yang lebih aktif. Analisis Receiver Operating Characteristic (ROC) mengidentifikasi nilai ambang diagnostik optimal sebesar 14,58 pg/mL untuk bilasan bronkus dan 18,13 pg/mL untuk serum, keduanya menunjukkan spesifisitas 100% dengan sensitivitas berkisar antara 71% hingga 74%. Untuk keperluan prognostik, nilai ambang batas yang lebih rendah—4,62 pg/mL dalam Bilasan bronkus dan 4,11 pg/mL dalam serum—dikaitkan dengan luaran klinis yang lebih buruk. Temuan ini mendukung potensi IL-6 sebagai biomarker yang dapat digunakan sebagai diagnostik maupun prognostik pada KPKBSK. KESIMPULAN: Studi ini menegaskan peran IL-6 sebagai biomarker prognostik pada KPKBSK. Pengukuran kadar IL-6 dapat dilakukan baik dalam serum maupun bilasan bronkus, dengan bilasan bronkus untuk biomarker diagnostik dan serum untuk biomarker diagnostik dan prognostik.
Keyword : Interleukin 6, Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil, Biomarker Prognostik.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Interleukin 6, Non-Small Cell Lung Cancer, Prognostic Biomarker. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 07:31 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 07:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52517 |
