HUBUNGAN ANTARA KEDALAMAN ANESTESI DAN INTERLEUKIN-6 DENGAN KEJADIAN DELIRIUM PASCABEDAH (DPB) PADA PASIEN GERIATRIK YANG MENJALANI ANESTESI UMUM = ASSOCIATION BETWEEN DEPTH OF ANESTHESIA AND INTERLEUKIN-6 WITH THE INCIDENCE OF POSTOPERATIVE DELIRIUM IN GERIATRIC PATIENTS UNDERGOING GENERAL ANESTHESIA AT DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO HOSPITAL


MANALU, NATALINA (2025) HUBUNGAN ANTARA KEDALAMAN ANESTESI DAN INTERLEUKIN-6 DENGAN KEJADIAN DELIRIUM PASCABEDAH (DPB) PADA PASIEN GERIATRIK YANG MENJALANI ANESTESI UMUM = ASSOCIATION BETWEEN DEPTH OF ANESTHESIA AND INTERLEUKIN-6 WITH THE INCIDENCE OF POSTOPERATIVE DELIRIUM IN GERIATRIC PATIENTS UNDERGOING GENERAL ANESTHESIA AT DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO HOSPITAL. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C135202014-Cover.jpg

Download (390kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C135202014-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (610kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C135202014-dp(FILEminimizer).pdf

Download (380kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C135202014-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 24 June 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Pendahuluan: Delirium pascaoperasi (POD) pada pasien geriatri memiliki insidensi yang bervariasi antara 3–61%. Kombinasi faktor inflamasi dan kedalaman anestesi memengaruhi neurotransmitter serta reseptor di sistem saraf pusat, sehingga berkontribusi terhadap terjadinya POD. Hal ini berdampak pada kualitas hidup pasien, meningkatkan lama rawat inap, biaya perawatan, serta risiko mortalitas pascaoperasi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kedalaman anestesi dan kadar interleukin-6 (IL-6) dengan kejadian delirium pascaoperasi pada pasien geriatri yang menjalani anestesi umum. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kohort prospektif pada pasien geriatri yang menjalani anestesi umum di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan rumah sakit jejaring. Pasien dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan bispectral index (BIS): kelompok BIS 40–45 dan kelompok BIS 51–60. Delirium dievaluasi menggunakan Confusion Assessment Method (CAM) dan Mini-Mental State Examination (MMSE) sebelum operasi dan 24 jam pascaoperasi. Kadar IL-6 serum diukur sebelum dan 24 jam setelah operasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney, Kruskal Wallis, Wilcoxon, korelasi Spearman, dan chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0.05. Hasil Penelitian: Sebanyak 22 pasien geriatri diikutsertakan dalam penelitian ini. Skor MMSE menurun pascaoperasi, namun penurunannya tidak signifikan (p > 0.05), dan tidak terdapat perbedaan skor MMSE antara kelompok BIS (p>0,05). Namun, kedalaman anestesi memiliki hubungan signifikan dengan hasil CAM (p < 0.05), dengan insidensi delirium lebih banyak pada kelompok BIS 40–45. Kadar IL-6 meningkat signifikan 24 jam setelah operasi (p < 0.05), tetapi tidak berhubungan secara signifikan dengan skor MMSE maupun CAM (p > 0.05). Kesimpulan: Kelompok BIS 40–45 memiliki potensi lebih besar sebagai prediktor kejadian delirium pascaoperasi pada pasien geriatri yang menjalani anestesi umum.

Keyword : Kedalaman anestesi, geriatri, interleukin-6, delirium pascaoperasi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Depth of anesthesia, geriatrics, interleukin-6, postoperative delirium.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 13 Jan 2026 06:58
Last Modified: 13 Jan 2026 06:58
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52503

Actions (login required)

View Item
View Item