SYAPUTRA, FAJRIN DWI (2025) UJI VALIDASI SKOR CRISP (CATHERIZATION RISK SCORE FOR PEDIATRICS) DALAM MEMPREDIKSI TERJADINYA ADVERSE EVENTS PADA PASIEN JANTUNG ANAK YANG MENJALANI TINDAKAN KATETERISASI DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO = VALIDATION TEST OF CRISP SCORE (CATHERIZATION RISK SCORE FOR PEDIATRICS) IN PREDICTING THE OCCURRENCE OF ADVERSE EVENTS IN PEDIATRIC CARDIAC PATIENT UNDERGOING CATHETERIZATION AT DR WAHIDIN SUDIROHUSODO HOSPITAL. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C135202011-Cover.jpg
Download (409kB) | Preview
C135202011-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (599kB)
C135202011-dp(FILEminimizer).pdf
Download (604kB)
C135202011-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 February 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Kateterisasi jantung merupakan prosedur penting dalam pengelolaan penyakit jantung bawaan pada anak, memberikan alternatif yang kurang invasif dibandingkan dengan torakotomi. Namun, kejadian adverse tetap menjadi perhatian, terutama pada pasien berisiko tinggi. Skor CRISP (Cardiac Risk in Pediatric), yang dikembangkan oleh Congenital Cardiac Intervention Study Consortium (CCISC), memprediksi kejadian adverse serius (SAE) pada kateterisasi jantung pada anak. Meskipun memiliki keandalan, skor CRISP belum diterapkan di Indonesia. Studi ini mengevaluasi kemampuan prediktifnya di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Metode: Studi potong lintang prospektif dilakukan dari November 2024 hingga Januari 2025. Pasien pediatrik (<18 tahun) yang menjalani kateterisasi jantung elektif diberi skor CRISP sebelum prosedur, dan kejadian adverse dicatat. Hubungan antara kategori CRISP dan insiden SAE dianalisis. Hasil: Dari 70 pasien, sebagian besar pasien dikategorikan sebagai CRISP I (67,1%), diikuti oleh CRISP II (21,4%), CRISP III (5,7%), dan CRISP IV (5,7%), dengan tidak ada kasus CRISP V. Terdapat 6 kasus (8,6%) kejadian adverse serius yang teridentifikasi, terdiri dari 4 kasus (5,71%) henti jantung dan 2 kasus (2,89%) perdarahan. Korelasi yang signifikan ditemukan antara kategori risiko CRISP yang lebih tinggi dan insiden SAE (p < 0,001). SAE terjadi secara eksklusif pada pasien CRISP III (50% insidensi) dan CRISP IV (100% insidensi). Kesimpulan: Skor CRISP secara efektif mengklasifikasikan risiko dalam kateterisasi jantung pada anak-anak. Kategori CRISP yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan insiden kejadian adverse serius (SAE), mendukung validitas prediktifnya. Penerapan rutin skor CRISP dapat meningkatkan perencanaan pra-prosedur, mitigasi risiko, dan keselamatan pasien di Indonesia. Studi lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar direkomendasikan.
Keyword : Penyakit jantung bawaan, Skor CRISP, Kateterisasi jantung pada anak, Peristiwa adverse serius, Prediksi risiko.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Congenital heart disease, CRISP score, Pediatric cardiac catheterization, Serious adverse events, Risk prediction. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 06:45 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 06:45 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52497 |
