Kadar Vitamin D Serum dan Analisis Faktor yang Mempengaruhi pada PPDS Anestesiologi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar = Serum Vitamin D Levels and Analysis of Influencing Factors in Anesthesiology Residents at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar


ASADUL, ANANDA DWIYOGI (2025) Kadar Vitamin D Serum dan Analisis Faktor yang Mempengaruhi pada PPDS Anestesiologi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar = Serum Vitamin D Levels and Analysis of Influencing Factors in Anesthesiology Residents at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C135202008-Cover.jpg

Download (694kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C135202008-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (294kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C135202008-dp(FILEminimizer).pdf

Download (186kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C135202008-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 27 May 2027.

Download (784kB)

Abstract (Abstrak)

Kadar Vitamin D Serum dan Analisis Faktor yang Mempengaruhi pada PPDS Anestesiologi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar ABSTRAK Latar Belakang: Vitamin D memainkan peran penting dalam metabolisme tulang, fungsi kekebalan tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan. Tenaga kesehatan, terutama mereka yang bekerja di dalam ruangan, mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami defisiensi vitamin D karena terbatasnya paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar vitamin D dalam serum dan mengeksplorasi faktor-faktor yang berhubungan pada residen anestesiologi. Metode: Penelitian potong lintang retrospektif ini dilakukan pada 50 residen anestesiologi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, selama bulan Januari hingga Februari 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi sendiri oleh peserta dan rekam medis. Kadar 25-hidroksivitamin D [25(OH)D] serum digunakan untuk menentukan status vitamin D. Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS versi 26, dengan nilai p < 0,05 dianggap bermakna. Hasil: Dari 50 peserta, 76% ditemukan mengalami defisiensi vitamin D. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara kadar vitamin D dengan jenis kelamin, usia, atau indeks massa tubuh (IMT). Namun, defisiensi vitamin D lebih sering ditemukan pada residen dengan obesitas dan kelompok usia yang lebih muda. Suplementasi vitamin D (p = 0,022) dan durasi paparan sinar matahari (p = 0,029) menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar vitamin D serum. Asupan makanan dan komorbiditas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status vitamin D. Kesimpulan: Tingkat defisiensi vitamin D yang tinggi ditemukan di antara residen anestesiologi, kemungkinan besar disebabkan oleh keterbatasan paparan sinar matahari akibat pekerjaan. Suplementasi dan paparan sinar matahari secara teratur tampaknya menjadi faktor pelindung. Strategi yang ditargetkan, termasuk skrining rutin dan intervensi pencegahan, direkomendasikan bagi tenaga kesehatan yang berisiko.

Keyword : Vitamin D, defisiensi, residen anestesiologi, paparan sinar matahari, suplementasi, faktor risiko.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Vitamin D, defisiensi, residen anestesiologi, paparan sinar matahari, suplementasi, faktor risiko.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 13 Jan 2026 06:42
Last Modified: 13 Jan 2026 06:42
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52496

Actions (login required)

View Item
View Item