TOBA, ACHMAD YUSUF (2025) PERBANDINGAN ANTARA ANESTESI TANPA OPIOID (ATO) KOMBINASI BLOK BIDANG SERRATUS ANTERIOR DENGAN ANESTESI BERBASIS OPIOID (ABO) TERHADAP PERUBAHAN HEMODINAMIK DURANTE BEDAH, KADAR INTERLEUKIN-6, DERAJAT NYERI, DAN KEBUTUHAN OPIOID PASCABEDAH PADA PEMBEDAHAN MASTEKTOMI RADIKAL MODIFIKASI = A Comparative Analysis of Opioid-Based Anesthesia (OBA) and Opioid Free Anesthesia (OFA)Combined SAPB in Modified Radical Mastectomy: Effect on Hemodynamics Changes Intraoperative, Inflammatory Cytokine (Il-6) Levels, Pain Degree, and Postoperative Opioid Requirements. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C135201013-Cover.png
Download (597kB) | Preview
C135201013-1-2.pdf
Download (921kB)
C135201013-dp(FILEminimizer).pdf
Download (147kB)
C135201013-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 24 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Nyeri pasca operasi akut setelah mastektomi radikal modifikasi (MRM) tetap menjadi masalah klinis yang signifikan, mempengaruhi kualitas hidup pasien. Anestesi berbasis opioid (ABO), meskipun efektif untuk analgesia, dikaitkan dengan efek samping termasuk peningkatan kadar interleukin-6 (IL-6), dan semakin tinggi kadar IL-6, semakin tinggi kemungkinan kekambuhan kanker payudara. Anestesi bebas opioid (ATO) telah muncul sebagai alternatif potensial untuk mengurangi efek ini. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dampak ABO dan ATO pada stabilitas hemodinamik intraoperatif, kadar IL-6, derajat nyeri pasca operasi, dan total kebutuhan opioid pasca operasi.Metode: Ini adalah uji klinis acak buta tunggal yang melibatkan 30 pasien yang menjalani MRM, dialokasikan ke dalam dua kelompok: Kelompok I menerima ABO, dan Kelompok II menerima ATO. Parameter yang dinilai termasuk perubahan hemodinamik intraoperatif, kadar IL-6 serum, derajat nyeri pasca operasi, dan total kebutuhan opioid pasca operasi.Hasil: Kelompok ATO memiliki kadar IL-6 yang jauh lebih rendah pada 24 jam pasca operasi. Kelompok ATO juga menunjukkan hemodinamik intraoperatif yang lebih stabil, tingkat nyeri pasca operasi yang jauh lebih rendah, dan mengurangi kebutuhan opioid pasca operasi (fentanil) dibandingkan dengan kelompok OBA.Kesimpulan: ATO lebih baik daripada ABO dalam operasi mastektomi radikal yang dimodifikasi. ATO secara signifikan mengurangi kadar IL-6 sebagai penanda peradangan, menghasilkan penurunan kemungkinan rekurensi pada kanker payudara, tingkat nyeri pasca operasi, mempertahankan stabilitas hemodinamik selama prosedur, dan mengurangi kebutuhan opioid pasca operasi. Temuan ini menunjukkan bahwa ATO adalah pilihan anestesi yang lebih efektif dan aman dalam mengendalikan rasa sakit dan respons stres bedah.
Keyword : Opioid-based anesthesia, opioid free anesthesia , modified radical mastectomy, interleukin-6 levels, postoperative pain.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Opioid-based anesthesia, opioid free anesthesia , modified radical mastectomy, interleukin-6 levels, postoperative pain. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 05:37 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 05:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52492 |
