Analisis Differential Leukocyte Count (DLC) dan C-Reactive Protein (CRP) Pada Pra dan Pasca Allergic Transfusion Reaction (ATR) = Analysis of Differential Leukocyte Count (DLC) and C-Reactive Protein (CRP) in Pre and Post Allergic Transfusion Reaction (ATR)


MAKMUR, RISKULLAH (2025) Analisis Differential Leukocyte Count (DLC) dan C-Reactive Protein (CRP) Pada Pra dan Pasca Allergic Transfusion Reaction (ATR) = Analysis of Differential Leukocyte Count (DLC) and C-Reactive Protein (CRP) in Pre and Post Allergic Transfusion Reaction (ATR). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C085212008-Cover.png

Download (719kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C085212008-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (785kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C085212008-dp(FILEminimizer).pdf

Download (187kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C085212008-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 24 June 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: Allergic Transfusion Reaction (ATR) merupakan reaksi transfusi darah tersering yang menimbulkan masalah pada transfusi darah rutin. Pemeriksaan Differential Leukocyte Count (DLC) dan C-Reactive Protein (CRP) pra dan pasca transfusi darah dapat memberikan gambaran terhadap ATR. Tujuan: Menganalisis perbandingan dan perbedaan DLC dan CRP pada pasien pra dan pasca transfusi darah, dengan dan tanpa ATR. Metode: Penelitian kohort prospektif melibatkan 92 pasien di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar dari September 2024 hingga Juni 2025, terdiri dari ATR mayor (24 pasien), ATR minor (20 pasien), dan tanpa reaksi transfusi (48 pasien), berdasarkan kriteria diagnosis National Healthcare Safety Network Hemovigilance Module (NHSN HM) 2023 Centers for Disease Control (CDC). Pemeriksaan DLC metode flow cytometry dan CRP metode imunoturbidimetri dilakukan pra dan pasca transfusi darah. Analisis statistik dilakukan untuk uji karakteristik, perbandingan, perbedaan, dan korelasi. Hasil: Kejadian ATR mayor dan minor lebih banyak terjadi pada Thrombocyte Concentrate (TC) (p<0.05). Pasien dengan ATR mayor mengakibatkan penurunan basofil persen dan monosit persen (p<0.05), khususnya pada transfusi darah PRC mengakibatkan peningkatan neutrofil persen serta penurunan limfosit count dan persen (p<0.05). Pasien dengan ATR minor mengakibatkan peningkatan neutrofil persen disertai penurunan limfosit count dan persen (p<0.05), khususnya pada transfusi darah TC mengakibatkan peningkatan neutrofil persen disertai penurunan limfosit persen (p<0.05). Pasien tanpa reaksi transfusi mengakibatkan penurunan signifikan pada WBC dan monosit count (p<0.05), khususnya pada transfusi darah PRC mengakibatkan penurunan pada WBC, limfosit count dan monosit count (p<0.05). Pasien dengan ATR mayor dan minor mengakibatkan delta WBC, delta neutrofil count dan persen meningkat disertai delta limfosit persen menurun (p<0.05), sebaliknya pada pasien tanpa reaksi transfusi mengakibatkan delta WBC, delta neutrofil count dan persen menurun disertai delta limfosit persen meningkat (p<0.05). Kesimpulan: Pemeriksaan delta WBC, delta neutrofil count dan persen, dan delta limfosit persen dapat mengkonfirmasi pasien yang didiagnosis ATR secara klinis.

Keyword : Transfusi Darah, Reaksi Transfusi, Allergic Transfusion Reaction, Differential Leukocyte Count, C-Reactive Protein.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Blood Transfusion, Transfusion Reaction, Allergic Transfusion Reaction, Differential Leukocyte Count, C-Reactive Protein.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Patologi Klinik
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 13 Jan 2026 00:55
Last Modified: 13 Jan 2026 00:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52465

Actions (login required)

View Item
View Item