Hubungan Aktivitas Fisik, Durasi Tidur, dan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di SMAN 21 Makassar = The Relationship between Physical Activity, Sleep Duration, and The Incident of Overnutrition among Adolescents at SMAN 21 Makassar


LARASASTI, ANDI SASQIA SAHRA (2025) Hubungan Aktivitas Fisik, Durasi Tidur, dan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di SMAN 21 Makassar = The Relationship between Physical Activity, Sleep Duration, and The Incident of Overnutrition among Adolescents at SMAN 21 Makassar. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
K021211013-cover.jpg

Download (264kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K021211013-Bab 1-2.pdf

Download (621kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K021211013-dp.pdf

Download (319kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
K021211013-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 July 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Gizi lebih merupakan masalah kronis yang prevalensinya terus meningkat di kalangan remaja dan berdampak serius pada kesehatan, terutama di masa depan. Gizi lebih terjadi akibat ketidakseimbangan regulasi energi di dalam tubuh. Aktivitas fisik dan tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga keseimbangan energi, sehingga keduanya menjadi faktor kunci dalam upaya pencegahan gizi lebih. Tujuan. Penelitian ini mengkaji hubungan antara aktivitas fisik, durasi tidur, dan kejadian gizi lebih pada remaja di SMAN 21 Makassar. Metode. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 267 siswa yang dipilih secara stratified random sampling. Pengumpulan data meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengisian kuesioner karakteristik, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), serta Sleep Timing Questionnaire (STQ). Hasil. Penelitian menunjukkan sebanyak 44,6% remaja memiliki aktivitas fisik berat, 55,8% memiliki durasi tidur yang cukup dan 33% mengalami gizi lebih. Terdapat hubungan aktivitas fisik (p=0,017) dan kejadian gizi lebih pada remaja di SMAN 21 Makassar. Namun, tidak ditemukan hubungan terkait durasi tidur (p=0,297) dan kejadian gizi lebih. Kesimpulan. Sebagian besar remaja memiliki aktivitas berat dan durasi tidur cukup. Didapatkan hubungan antara aktivitas fisik dan kejadian gizi lebih pada remaja di SMAN 21 Makassar, namun tidak ditemukan hubungan antara durasi tidur dan kejadian gizi lebih. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik dan durasi tidur yang cukup perlu dilakukan, mengingat aktivitas fisik berhubungan dengan gizi lebih, serta terdapat kecenderungan gizi lebih banyak pada remaja dengan durasi tidur pendek meskipun tidak signifikan secara statistik

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: aktivitas fisik; durasi tidur; gizi lebih; remaja
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 12 Jan 2026 05:43
Last Modified: 12 Jan 2026 05:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52439

Actions (login required)

View Item
View Item