Faktor Risiko Disfungsi Ereksi pada Pasien Striktur Uretra Akibat Trauma Tumpul Pelvis DI RS WAHIDIN SUDIROHUSODO = Risk Factors for Erectile Dysfunction in Patients with Urethral Stricture Caused by Blunt Pelvic Trauma


HAERUDDIN, MUH ELYAS (2025) Faktor Risiko Disfungsi Ereksi pada Pasien Striktur Uretra Akibat Trauma Tumpul Pelvis DI RS WAHIDIN SUDIROHUSODO = Risk Factors for Erectile Dysfunction in Patients with Urethral Stricture Caused by Blunt Pelvic Trauma. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C045211012-Cover.png

Download (86kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C045211012-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (350kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C045211012-dp(FILEminimizer).pdf

Download (176kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C045211012-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 7 May 2027.

Download (986kB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Insiden cedera uretra pada trauma tumpul pelvis diperkirakan mencapai 1,54-10%.Insidensi ini dikaitkan dengan tingginya insiden disfungsi ereksi akibat trauma neurogenik, vaskulogenik, dan trauma langsung pada bagian krural penis atau tunika albuginea, yang mengakibatkan fibrosis intracorporal atau kebocoran vena. Pasien trauma pelvis saja tanpa cedera uretra, merupakan faktor risiko disfungsi ereksi, dengan risiko 21%. Tujuan: Untuk mengidentifikasi lebih lanjut terkait faktor risiko disfungsi ereksi pada pasien striktur uretra akibat trauma tumpul pelvis.. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cohort retrospective menggunakan data 5 tahun terakhir.Penelitian dilakukan di RS. Wahidin pada bulan Feberuari - Desember 2024. Analisis menggunakan uji fisher exact. Hasil: Terdapat 41 pasien dengan mayoritas berusia <33 tahun yaitu 26 pasien (63.4%), kategori pekerjaan terbanyak adalah wiraswasta (12 pasien, 29.3%) dan pelajar/mahasiswa (13 pasien, 31.7%). Indeks massa tubuh (IMT) terbanyak berada dalam kategori normal (13 pasien, 31.7%) dan obesitas (12 pasien, 29.3%). Diagnosis paling banyak adalah striktur uretra pars bulbosa (19 pasien, 46.3%), disusul oleh pars membranacea (15 pasien, 36.6%), pars prostatica (5 pasien, 12.2%), dan pars pendilosa (2 pasien, 4.9%), dengan panjang striktur paling umum 1 cm (18 pasien, 43.9%). Terdapat hubungan signifikan antara IMT (p value 0.010), derajat trauma (p value 0.004) dan panjang stricture (p value 0.005) sebagai faktor risiko disfungsi ereksi. Namun tidak untuk umur (p value 0.884) dan tatalaksana (p value 0.574) Kesimpulan: IMT, panjang stricture dan derajat stricture merupakan faktor risiko kejadian disfungsi ereksi, namun tidak untuk umur dan tatalaksana.

Keyword : Disfungsi ereksi, Stricture uretra, trauma tumpul pelvis.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Blunt Pelvic Trauma, Erectile Dysfunction, Urethral Stricture.
Subjects: R Medicine > RD Surgery
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Bedah
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 12 Jan 2026 05:39
Last Modified: 12 Jan 2026 05:39
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52435

Actions (login required)

View Item
View Item