Hubungan Kebiasaan Sarapan dan Konsumsi Jajanan dengan Kejadian Malnutrisi pada Anak Usia Preschool di Kabupaten Wajo = The Relationship Between Breakfast Habits and Snack Consumption and the Incidence of Malnutrition in Preschool-Aged Children in Wajo Regency


ST. FATIMAH, ST. FATIMAH (2025) Hubungan Kebiasaan Sarapan dan Konsumsi Jajanan dengan Kejadian Malnutrisi pada Anak Usia Preschool di Kabupaten Wajo = The Relationship Between Breakfast Habits and Snack Consumption and the Incidence of Malnutrition in Preschool-Aged Children in Wajo Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
K021211010-V1FGIsowM94hTJfm-20250819162009.png

Download (154kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K021211010-1-2.pdf

Download (313kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K021211010-dp.pdf

Download (144kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
K021211010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 July 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Malnutrisi menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak. Data SSGI 2024 mencatat kejadian underweight sebesar 16,9%, meningkat dari 15,9% pada tahun 2023. Pada usia preschool anak-anak mulai menjadi konsumen aktif memilih sendiri makanan yang disukai. Kebiasaan makan seperti sarapan dan konsumsi jajanan berperan penting dalam menentukan status gizi mereka. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan konsumsi jajanan dengan kejadian malnutrisi pada anak usia preschool di Kabupaten Wajo. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 98 anak diperoleh dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan pengukuran antropometri menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), yang kemudian dilakukan analisis statistik bivariat. Hasil. Sebanyak 69,4% anak memiliki status gizi baik, sementara 30,6% lainnya malnutrisi. 51,0% anak memiliki kebiasaan sarapan cukup, 33,7% baik, dan 15,3% kurang. Lauk yang sering dikonsumsi merupakan sumber protein diantaranya tahu, tempe, telur, ayam, atau ikan. Sebanyak 50% anak sering mengkonsumsi jajanan dan 50% lainnya jarang mengkonsumsi jajanan. Beberapa jenis jajanan yang paling sering dikonsumsi adalah wafer, snack, biskuit, roti, permen, dan coklat. Hasil analisis statistik bivariat untuk hubungan kebiasaan sarapan dengan kejadian malnutrisi (p = 0,000), sedangkan untuk hubungan kebiasaan konsumsi jajanan dengan kejadian malnutrisi (p = 0,188). Kesimpulan. Kebiasaan sarapan berhubungan dengan kejadian malnutrisi pada anak usia preschool. Sementara kebiasaan konsumsi jajanan tidak berhubungan dengan kejadian malnutrisi. Sehingga disarankan pembiasaan sarapan bergizi sejak dini untuk mencegah terjadinya malnutrisi pada anak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Kebiasaan Sarapan, Konsumsi Jajanan, Malnutrisi, Prasekolah
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 13 Jan 2026 00:50
Last Modified: 13 Jan 2026 00:50
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52434

Actions (login required)

View Item
View Item