KORELASI PROFIL BIOFILM BAKTERI BERDASARKAN OPTICAL DENSITY CUT-OFF DENGAN SEVERITAS KLINIS PENDERITA OTITIS MEDIA SUPURATIVE KRONIK TANPA KOLESTEATOMA = CORRELATION OF BACTERIAL BIOFILM PROFILE BASED ON OPTICAL DENSITY CUT-OFF WITH CLINICAL SEVERITY IN PATIENTS WITH CHRONIC SUPPURATIVE OTITIS MEDIA WITHOUT CHOLESTEATOMA


SETIAWAN, MARYAM (2025) KORELASI PROFIL BIOFILM BAKTERI BERDASARKAN OPTICAL DENSITY CUT-OFF DENGAN SEVERITAS KLINIS PENDERITA OTITIS MEDIA SUPURATIVE KRONIK TANPA KOLESTEATOMA = CORRELATION OF BACTERIAL BIOFILM PROFILE BASED ON OPTICAL DENSITY CUT-OFF WITH CLINICAL SEVERITY IN PATIENTS WITH CHRONIC SUPPURATIVE OTITIS MEDIA WITHOUT CHOLESTEATOMA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C035202005-Cover.png

Download (143kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C035202005-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (767kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C035202005-dp(FILEminimizer).pdf

Download (160kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C035202005-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 3 January 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Otitis media supuratif kronik (OMSK) adalah infeksi telinga tengah yang sering terjadi pada kasus infeksi telinga, bersifat kambuhan, dan menyebabkan gangguan pendengaran. Bakteri yang menyebabkan OMSK sering membentuk biofilm, yang dapat meningkatkan resistensi terhadap antibiotik dan memperburuk perkembangan penyakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara profil biofilm bakteri berdasarkan optical density cut-off dengan gambaran klinis pada penderita dengan OMSK tipe tubotimpanik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan di rumah sakit pendidikan Universitas Hasanuddin dan rumah sakit jejaring di Makassar, Indonesia, dari Juli 2023 hingga Juli 2024. Populasi penelitian adalah penderita dengan OMSK tipe tubotimpanik yang memenuhi kriteria inklusi. Kultur bakteri dan pemeriksaan biofilm dilakukan dengan metode piring kultur jaringan. Data dianalisis menggunakan SPSS® versi 28. Hasil: Sebanyak 53 penderita OMSK tipe tubotimpanik berpartisipasi dalam penelitian ini. Rata-rata usia penderita adalah 30 ± 14 tahun. Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri yang paling banyak ditemukan (32,1%), diikuti oleh 20 jenis bakteri lainnya, yang semuanya membentuk biofilm dengan kekuatan lemah atau moderat. Terdapat hubungan signifikan antara pembentukan biofilm dan sifat sekresi (r = 0,395, p = 0,003). Kronisitas penyakit (r = 0,407, p = 0,002) dan tingkat gangguan pendengaran (r = 0,294, p = 0,032) juga menunjukkan hubungan yang signifikan. Ditemukan pula hubungan positif yang signifikan antara skor klinis total dan pembentukan biofilm (r = 0,429, p = 0,001). Kesimpulan: Semua bakteri yang ditemukan pada OMSK tipe tubotimpanik membentuk biofilm. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara beberapa variabel klinis dan pembentukan biofilm. Pembentukan biofilm yang cukup besar dapat menjelaskan mengapa penderita dengan skor klinis tinggi sering mengalami infeksi yang sulit diobati dengan antibiotik konvensional.

Keyword : Biofilm, otitis media supuratif kronik, karakteristik klinis.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Biofilm, chronic suppurative otitis media, clinical characteristics.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit THT
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 12 Jan 2026 05:08
Last Modified: 12 Jan 2026 05:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52419

Actions (login required)

View Item
View Item