KAMIL, H. SYAIFUL (2025) HUBUNGAN SINDROMA METABOLIK DENGAN HEPATOCELLULER CARCINOMA DI MAKASSAR = RELATIONSHIP BETWEEN METABOLIC SYNDROME AND HEPATOCELLULAR CARCINOMA IN MAKASSAR. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C028231005-Cover.jpg
Download (221kB) | Preview
C028231005-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (629kB)
C028231005-dp(FILEminimizer).pdf
Download (467kB)
C028231005-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 26 March 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Hepatocellular carcinoma (HCC) adalah keganasan hati primer yang sering terjadi serta penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia. HCC adalah penyebab utama kematian ke-9 akibat kanker di Amerika. Meskipun ada kemajuan dalam teknik pencegahan, skrining, dan teknologi baru dalam diagnosis dan pengobatan, kejadian dan kematian terus meningkat. Di Indonesia untuk data populasi kejadian HCC dan faktor faktor resikonya terutama untuk wilayah Indonesia timur khususnya Makassar masih belum ada, sehingga dibutuhkan pengumpulan data dan penelitian untuk mencari kemungkinan faktor resiko guna penanganan yang komprehensif pada HCC. Metode : Penelitian Penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling. Sampel penelitian diambil melalui subjek pasien HCC dan subjek kontrol pasien sindroma metabolik yang berobat di Rumah Sakit Pendidikan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo di Makassar yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tahapan pengolahan data dalam penelitian ini meliputi editing, coding, dan tabulasion. Uji chi-square digunakan untuk menilai hubungan antara sindroma metabolik dengan kejadian hepatocelluler carcinoma. Analisis regresi Cox dilakukan dan dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia pasien, staging hepatocelluler carcinoma. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25.0 (IBM Corp., Armonk, NY). Nilai p <0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan penelitian ini menunjukkan bahwa sindroma metabolik menunjukkan hubungan yang signifikan dengan stadium HCC (koefisien korelasi 0,652, p<0,001). Proporsi sindroma metabolik meningkat secara konsisten dengan stadium HCC yang lebih lanjut. Pada stadium 0, hanya 6,7% subjek yang memiliki sindroma metabolik, sedangkan pada stadium B dan C, semua subjek yang berada di stadium ini mengalami sindroma metabolik. Kesimpulan : Sindroma metabolik memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian Hepatocellular Carcinoma. Deteksi dan penanganan dini sindroma metabolik diharapkan dapat menjadi strategi preventif dalam mengurangi angka kejadian Hepatocellular Carcinoma.
Keyword : Hepatocellular Carcinoma (HCC), Sindroma metabolik, Stadium HCC.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hepatocellular Carcinoma (HCC), Metabolic syndrome (MetS), HCC stages. |
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Bedah |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 02:28 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 02:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52396 |
