AMELISA, PUTRI (2025) FAKTOR RISIKO DAN KELANGSUNGAN HIDUP PADA NEONATUS ASFIKSIA NEONATORUM DI NICU RSUD DAYA KOTA MAKASSAR = RISK FACTORS AND SURVIVAL IN ASPHIXIA NEONATES IN THE NICU OF DAYA HOSPITAL, MAKASSAR CITY. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K012231041-XazJenxObSgGT9KW-20250819164453.png
Download (119kB) | Preview
K012231041-dp.pdf
Download (171kB)
K012231041-1-2.pdf
Download (981kB)
K012231041-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 July 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
PUTRI AMELISA. Faktor Risiko Neonatus Asfiksia dan Kelangsungan Hidup Neonatus Asfiksia NICU RSUD Daya Kota Makassar Dibimbing oleh Stang dan Apik Indarty Moedjiono Latar Belakang. Asfiksia neonatrum menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian neonatal, SDGs memiliki target untuk mengakhiri kematian neonatal yang dilakukan dengan mengatasi masalah kesehatan yang menyebabkan kematian neonatal itu sendiri. Kelangsungan hidup neonatus asfiksia dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari ibu dan janin. Tujuan. Menganalisis proporsi kelangsungan hidup neonatus asfiksia, faktor risiko, hazard ratio, dan faktor yang paling dominan mempnegaruhi kelangsungan hidup neonatus. Metode. Studi kohort Retrospektif dirancang dalam penelitian ini dengan menggunakan 351 rekam medik neonatus yang mengalami asfiksia neonatrum pada tahun 2019-2023 di RSUD Daya Kota Makassar, sedangkan untuk menganalisis pengaruh variabel indepnden terhadap variabel dependen dilakukan analisis cox regression sekaligus untuk memprediksi hazard ratio setiap variabel terhadap kelangsungan hidup neonatus yang mengalami asfiksia neonatrum. Hasil. Dari seluruh sampel, proporsi neonatus yang bertahan hidup sebesar 68%, asfiksia neonatrum berat pada neonatus lebih banyak menyebabkan kejadian kematian neonatal. Faktor resiko yang secara statistik berpengaruh terhadap kelangsungan hidup neonatus yaitu usia ibu (HR=1,939, CI= 1,270-2,961), ketuban pecah dini (HR= 2,005, CI= 1,240-3,242), BBLR(HR= 2,107, CI= 1,275-3,479), dan Prematur (HR= 1,803, CI= 1,103-2,945). Kesimpulan. Faktor BBLR merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kelangsungan hidup neonatus, dengan demikian diperlukan pengetahuan ibu dan layanan kesehatan yang baik agar dapat dilakukan perancanaan yang baik jauh sebelum terjadi proses kehamilan, sehingga dapat bahaya dan komplikasi pada masa kehamilan dapat diminimalisir.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asfiksia Neonatrum, Kelangsungan Hidup, Kematian Neonatal, Kohort Retrospektif |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 04:28 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 04:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52395 |
