PATIMAH, HUSNUL (2025) DAMPAK CATCALLING DENGAN BAHASA LOKAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA PUTRI ETNIS BUGIS DI KECAMATAN SULI BARAT KABUPATEN LUWU = THE IMPACT OF CATCALLING IN LOCAL LANGUAGE ON THE MENTAL HEALTH OF BUGIS ETHNIC TEENAGE GIRLS IN WEST SULI DISTRICT, LUWU REGENCY. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K012231039-sugebomqnKRvk9Ta-20250820142953.jpg
Download (381kB) | Preview
K012231039-1-2.pdf
Download (767kB)
K012231039-dp.pdf
Download (298kB)
K012231039-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 August 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
HUSNUL PATIMAH. Dampak Catcalling Dengan Bahasa Lokal Terhadap Kesehatan Mental Remaja Putri Etnis Bugis Di Kecamatan Suli Barat Kabupaten Luwu (dibimbing oleh Shanti Riskiyani dan Suriah). Latar Belakang. Masa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap perubahan fisik dan psikologis. Pada fase ini, perilaku catcalling berupa siulan, komentar, maupun ucapan bernuansa seksual sering menimbulkan rasa terhina dan tidak nyaman yang berdampak negatif pada kesehatan mental remaja putri. Tujuan. Untuk menganalisis dampak catcalling dengan bahasa lokal terhadap kesehatan mental pada remaja putri etnis Bugis di Kecamatan Suli Barat Kabupaten Luwu. Metode. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, menggunakan analisis tematik, dengan melakukan observasi dan in-depth interview dari empat sekolah, yaitu SMAN 1 Luwu, SMAN 18 Luwu, Madrasah Aliyah Swasta, dan SMKN 6 Luwu. Penelitian ini melibatkan 16 informan yang terdiri atas 8 remaja putri, 1 keluarga remaja putri, 4 guru bimbingan konseling dan 3 pelaku. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk catcalling yang diterima seperti siulan, godaan, komentar tentang bentuk tubuh yang bagus serta warna kulit yang bersih yang bersumber dari lingkungan sekolah dan diluar sekolah. Catcalling dengan bahasa lokal masih banyak ditemukan dalam interaksi remaja putri dengan lawan jenis seperti mendapatkan panggilan masya allah canti’na payya adek, kiw-kiw canning payya ditiro te adek’e wadding raka si kenalan ki, suit-suit masya allah imutta payya bondeng pisse, hay adek macanning na senyumta nomoro WA ta jolo e, Kiw-kiw cantikna payya IA ditiro, malebu pisse kalena. Hal ini mengakibatkan remaja putri merasa marah, risih, jengkel, merasa terhina sebagai perempuan dan membentuk persepsi negatif tehadap pelaku. Dampak akibat dari perilaku catcalling terhadap kesehatan mental yang dialami oleh remaja putri seperti kecenderungan menjadi lebih menutup diri akibat perilaku yang dialami. Mereka juga merasa tidak nyaman ketika melewati sekelompok orang ramai, serta merasa terhina sebagai perempuan atas perlakuan tersebut. Selain itu, remaja putri cenderung memiliki pandangan negatif terhadap laki-laki. Kesimpulan. Pengalaman catcalling dengan bahasa lokal masih sering digunakan sampai saat ini. Hal ini membentuk persepsi remaja putri kearah negatif dan berdampak terhadap kesehatan mentalnya. Diharapkan agar pihak sekolah menerapkan sistem pelaporan yang mudah dan aman seperti penyediaan kotak saran rahasia, formulir online, atau layanan aduan siswa. Kemudian memberlakukan aturan yang memuat tentang sanksi pada pelaku catcalling berupa teguran terhadap siswa hingga pemanggilan orang tua oleh guru BK.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Catcalling; Remaja Putri; Bahasa Lokal; Kesehatan Mental. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 02:27 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 02:27 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52394 |
