AKBAR, QANITA ARIQAH (2025) Kontribusi Organizational Learning Culture Terhadap Kolaborasi Tim dengan Learning Agility Sebagai Mediator Pada Pekerja Generasi Z = Contribution of Organizational Learning Culture to The Collaboration with Learning Agility as Mediator in Generation Z Worker. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C021211062-Cover.jpg
Download (290kB) | Preview
C021211062-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (310kB)
C021211062-dp(FILEminimizer).pdf
Download (167kB)
C021211062-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 14 August 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Organisasi menghadapi berbagai tantangan akibat fenomena VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity). Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memastikan kolaborasi antar pekerja dalam organisasi berjalan dengan optimal. Namun, pekerja generasi Z yang mulai masuk dan mendominasi di tempat kerja, termasuk di Kota Makassar, memiliki karakteristik yang dapat menghambat proses kolaborasi, seperti lebih senang bekerja mandiri dan memiliki gaya komunikasi yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Berdasarkan normative model of team effectiveness, efektivitas tim, termasuk dalam berkolaborasi dapat dipengaruhi oleh beberapa hal dan salah satunya adalah keterampilan dan pengetahuan serta kemampuan untuk menentukan strategi terbaik untuk bekerja. Lebih lanjut, keterampilan dan pengetahuan serta kemampuan tersebut dipengaruhi lagi oleh faktor sistem edukasi dan informasi yang diterapkan dalam organisasi. Keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan pekerja dapat dikaitkan dengan learning agility, sedangkan sistem edukasi dan informasi organisasi dapat dikaitkan dengan organizational learning culture. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kontribusi organizational learning agility terhadap kolaborasi pekerja generasi Z secara langsung dan melalui peran learning agility sebagai mediator. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional survey. Penelitian ini melibatkan 209 orang responden yang didapatkan menggunakan teknik incidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa tiga skala Likert yang masing-masing mengukur organizational learning culture, learning agility, dan kolaborasi. Data penelitian diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 30. Hasil. Hasil regresi mediasi menggunakan PROCESS Macro oleh Hayes menunjukkan bahwa organizational learning culture tidak memiliki kontribusi langsung pada kolaborasi (B = .072; p-value > .05). Namun, organizational learning culture memiliki efek tidak langsung yang signifikan terhadap kolaborasi melalui mediasi learning agility (B = .196; CI 95% = [.108,.296]). Hal tersebut menunjukkan bahwa learning agility memiliki peran mediator pada kontribusi organizational learning culture dan kolaborasi. Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa organizational learning culture tidak memiliki kontribusi langsung yang signifikan terhadap kolaborasi pekerja generasi Z. Namun, organizational learning culture memiliki kontribusi yang positif dan signifikan terhadap kolaborasi pekerja generasi Z melalui learning agility sebagai mediator. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi perlu menerapkan organizational learning culture dengan optimal sehingga learning agility pekerja generasi Z dapat terbentuk dan berkembang. Dengan demikian, pekerja generasi Z mampu berkolaborasi dengan optimal.
Keyword : organizational learning culture; learning agility; kolaborasi; pekerja; generasi Z.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Organizational learning culture; learning agility; collaboration; worker; generation. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Psikologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 07:04 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 07:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52355 |
