OCTAVIANY, RENI (2025) ANALISIS YURIDIS TERHADAP POTENSI PRAKTIK PENYALAHGUNAAN KEADAAN DALAM PERJANJIAN PINJAMAN ONLINE (PEER TO PEER LENDING) = JURIDICAL ANALYSIS OF THE POTENTIAL PRACTICE OF ABUSE OF CIRCUMSTANCES IN ONLINE LOAN AGREEMENTS (PEER TO PEER LENDING). Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
B022211045-iME86GHgKbuvmya1-20250703150943.jpg
Download (406kB) | Preview
B022211045-1-2===========ok.pdf
Download (430kB)
B022211045-dp.pdf
Download (190kB)
B022211045-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 June 2027.
Download (926kB)
Abstract (Abstrak)
RENI OCTAVIANY (B022211045). Analisis Yuridis terhadap Potensi Praktik Penyalahgunaan Keadaan dalam Perjanjian Pinjaman Online (Peer to Peer Lending). Dibimbing oleh Maskun dan Aulia Rifai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi keabsahan perjanjian yang dibuat antara peminjam dan pemberi pinjaman online dalam transaksi pinjaman online (peer to peer lending) dan menganalisis seberapa potensial terjadinya penyalahgunaan keadaan dalam perjanjian pinjaman online. Penelitian ini adalah penelitian normatif. Pendekatan yang dipake adalah pendekatan perundang-undangan dan konseptual, jenis dan sumber bahan hukum primer dan sekunder, di kumpulkan melalui studi pustaka dan di analisis secara kualitatif melalui putusan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Keabsahan perjanjian pinjaman online diatur oleh BW dan OJK. Syarat-syarat tersebut mencakup kesepakatan yang sah antara para pihak yang terlibat dengan iktikad baik, kecakapan hukum para pihak, kejelasan objek perjanjian, serta sebab yang halal. Perjanjian harus menghindari klausul sepihak yang merugikan, seperti perubahan tanggal jatuh tempo tanpa persetujuan maupun bunga yang tidak wajar. Untuk memastikan keabsahan, penting adanya integritas, transparansi, keadilan dan kejujuran dalam perjanjian. Jika tidak ada permohonan pembatalan, perjanjian tetap sah dan para pihak wajib mematuhinya (2) Terdapat potensi penyalahgunaan keadaan dalam perjanjian pinjaman online yang terjadi antara peminjam dengan penyelenggara pinjaman online sebagaimana yang terjadi pada Shopee Pinjam dan GoPay Pinjam karena adanya klausul yang tidak adil seperti denda keterlambatan yang tidak proporsional, perubahan syarat dan ketentuan di kemudian hari dan pembatasan tanggung jawab penyelenggara yang tidak proporsional.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pinjaman Online, Penyalahgunaan Keadaan, Peer to Peer Lending |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Kenotariatan |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 06:22 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 06:22 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52350 |
