JUWITA, JUWITA (2025) HUBUNGAN PANJANG BOBOT DAN FAKTOR KONDISI IKAN TERUMBU HASIL TANGKAPAN TRAWL-MINI DI PERAIRAN SEKITAR PULAU SABUTUNG, KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN = RELATIONSHIP BETWEEN LENGTH WEIGHT AND CONDITION FACTOR OF REEF FISH CAUGHT BY MINI TRAWL IN WATERS AROUND SABUTUNG ISLAND, PANGKEP REGENCY, SOUTH SULAWESI. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L021211026-QBpTbfH0tNAyxCVI-20250805140517.jpg
Download (306kB) | Preview
L021211026-1-2.pdf
Download (706kB)
L021211026-dp.pdf
Download (335kB)
L021211026-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 July 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
JUWITA. Hubungan Panjang Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Terumbu Hasil Tangkapan Trawl-Mini di Perairan Sekitar Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Nadiarti). Latar belakang. Ikan terumbu karang adalah penghuni ekosistem terumbu karang yang mudah dikenali dengan jumlah yang banyak serta warna yang beragam. Ikan ini melakukan berbagai aktivitas berdasarkan kebiasaannya serta fungsinya. Penggunaan trawl-mini di wilayah Perairan Pangkep dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap populasi dan struktur komunitas ikan. Trawl-mini adalah alat tangkap hasil modifikasi dari jaring trawl, spesifikasinya dirancang menjadi lebh kecil dari konstruksi umum trawl. Dengan adanya hubungan panjang berat ikan yang merupakan suatu hal penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan, karena dengan adanya informasi ini dapat diketahui pola pertumbuhan ikan dan tingkat kesehatan ikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang bobot dan faktor kondisi ikan terumbu karang hasil tangkapan trawl-mini di perairan sekitar Pulau Sabutung Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan. Metode. Pengambilan Sampel ikan terumbu yang di peroleh dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan alat tangkap trawl-mini di Pulau Sabutung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024 - Februari 2025. Sampel yang diukur adalah panjang total dan bobot ikan. Analisis data yang digunakan adalah hubungan panjang bobot dan faktor kondisi ikan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan panjang bobot hasil analisis regresi memiliki tipe pertumbuhan bersifat alometrik negatif (b<3) dan isometrik (b=3). Kisaran panjang tubuh ikan tertinggi yaitu pada ikan Nemipterus marginatus dengan kisaran 92,30-134,60 mm dan ikan terendah yaitu pada ikan Paramonacanthus choirocephalus dengan kisaran 38,10-100,90 mm. Hasil perhitungan nilai faktor kondisi pada ikan terumbu mendapatkan hasil lebih dari 1,0. Kesimpulan. Hubungan panjang dan bobot ikan terumbu menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif (b<3) dan isometrik (b=3). Nilai rata-rata faktor kondisi menunjukkan nilai 0.94 yang mengindikasikan bahwa ikan-ikan tersebut memiliki tubuh yang ramping dan sebaliknya, ikan dengan nilai lebih dari 1 cenderung memiliki bobot tubuh yang lebih besar (gemuk). penggunaan alat tangkap trawl-mini oleh nelayan di pulau sabutung menunjukkan karakteristik yang tidak selektif dan berpotensi merusak habitat dasar laut, seperti terumbu karang dan padang lamun.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ikan terumbu; hubungan panjang bobot; faktor kondisi; trawl-mini; Pulau Sabutung |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 06:04 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 06:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52339 |
