Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Bungi Kabupaten Pinrang = Risk Factors for the Incidence of Preeclampsia among Pregnant Women of Bungi Health Center in Pinrang


WIJAYANTI, EVA (2025) Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Bungi Kabupaten Pinrang = Risk Factors for the Incidence of Preeclampsia among Pregnant Women of Bungi Health Center in Pinrang. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
K012231002-jDJmwh1Szfb9TQ7i-20250819132946.jpg

Download (304kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K012231002-1-2.pdf

Download (819kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K012231002-dp.pdf

Download (206kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
K012231002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 July 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian maternal di Indonesia selain perdarahan dan infeksi. Preeklamsia adalah keadaan dimana ibu hamil dengan usia kehamilan mencapai 20 minggu memiliki tekanan darah yang tinggi disertai proteinuria ≥+1. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko pendidikan, paritas, riwayat penyakit ibu, riwayat penyakit keluarga, kunjungan ANC, obesitas, riwayat hipertensi, jarak kehamilan dan ketidakpatuhan mengikuti kelas ibu hamil terhadap kejadian preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Bungi Kabupaten Pinrang. Metode. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus-kontrol dengan total sampel 123 orang (41 kasus dan 82 kontrol) dipilih dengan purposive sampling dari data ibu hamil di Puskesmas Bungi dari bulan Januari – Desember Tahun 2023. Data dianalisis univariat, uji Odds Ratio dan Regresi Logistik berganda. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian preeklampsia adalah riwayat penyakit keluarga (OR=2,171; 95% CI: 1,003–4,699), kunjungan ANC (OR=2,262; 95% CI: 1,048-4,879), riwayat hipertensi (OR=2,215; 95% CI: 1,015-4,834), dan ketidakpatuhan mengikuti kelas ibu hamil (OR=2,328; 95% CI: 1,076-5,035). Sedangkan variabel yang bukan merupakan faktor risiko terhadap kejadian preeklampsia adalah pendidikan (OR=0,406; 95% CI: 0,186-0,884), paritas (OR=1,357; 95% CI: 0,632-2,910), riwayat penyakit ibu (OR=1,997; 95% CI: 0,930-4,287), obesitas (OR=0,412; 95% CI: 0,179-0,951) dan jarak kehamilan (OR = 0,434; 95% CI: 0,195-0,967). Kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian preeklampsia adalah riwayat penyakit keluarga, kunjungan ANC, riwayat hipertensi dan ketidakpatuhan mengikuti kelas ibu hamil. Faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian preeklampsia adalah riwayat hipertensi dengan OR = 37,676 (p = 0,002) artinya bahwa ibu hamil dengan riwayat hipertensi berisiko 37,676 kali lebih besar mengalami preeklampsia dibandingkan ibu hamil yang tidak memiliki riwayat hipertensi, setelah dikontrol oleh variabel pendidikan, riwayat penyakit keluarga, obesitas dan ketidakpatuhan mengikuti kelas ibu hamil. Hasil ini menekankan pentingnya skrining dini dan pemantauan yang ketat terhadap ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi, dimulai sejak masa prakonsepsi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : preeklampsia; hipertensi; antenatal care; riwayat penyakit
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 08 Jan 2026 01:45
Last Modified: 08 Jan 2026 01:45
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52333

Actions (login required)

View Item
View Item