JANUARI, JASMITHA ERCY (2025) Struktur Komunitas Makrozobentos Di Ekosisten Mangrove Puau Tanakeke Kabupaten Takalar. = Community Structure of Macrozoobenthos in the Mangrove Ecosystem of Tanakeke Island, Takalar Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L021211046-eocPxdGvIB15A38g-20250807145515.jpeg
Download (362kB) | Preview
L021211046-1-2.pdf
Download (321kB)
L021211046-dp.pdf
Download (152kB)
L021211046-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 July 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
JASMITHA ERCY JANUARI. Struktur Komunitas Makrozobentos Di Ekosisten Mangrove Puau Tanakeke Kabupaten Takalar, dibimbing oleh Joeharnani Tresnati. Latar belakang. Pulau Tanakeke merupakan kawasan pesisir yang memiliki ekosistem mangrove yang penting sebagai habitat berbagai biota, termasuk makrozoobentos. Makrozoobentos berperan dalam proses dekomposisi bahan organik dan menjadi indikator kualitas lingkungan perairan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis struktur komunitas makrozoobentos di Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar meliputi komposisi jenis, kelimpahan dan indeks ekologi untuk mendukung kebijakan pengelolaan kawasan serta pelestarian ekosistem. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di tiga stasiun pengamatan di Pulau Tanakeke. Stasiun 1 terletak di daerah pemukiman, Stasiun 2 di kawasan rehabilitasi mangrove, dan Stasiun 3 di area tambak. Pada masing-masing stasiun dibuat transek berukuran 10 × 10 m, kemudian di dalamnya diambil 3 plot berukuran 1 × 1 m. Setiap plot dilakukan pengambilan sampel sebanyak tiga kali, sehingga terdapat total 9 ulangan di setiap stasiun. Sampel yang diperoleh kemudian diidentifikasi dan dianalisis berdasarkan kelimpahan makrozoobentos, kelimpahan relatif, serta indeks ekologi meliputi keanekaragaman (H'), keseragaman (E'), dan dominansi (C). Hasil. Selama penelitian ini ditemukan 23 spesies makrozoobentos dari 2 kelas yaitu kelas gastropoda sebanyak 19 spesies sedangkan kelas Bivalvia sebanyak 4 spesies. Dengan kelimpahan tertinggi pada Cerithium coralium (79,91%). Kelimpahan makrozoobentos paling tinggi terdapat di Stasiun 3 yang dekat dengan tambak, namun didominasi oleh satu spesies, menandakan ketimpangan struktur komunitas. Indeks keanekaragaman (H') di semua stasiun tergolong rendah, indeks keseragaman (E') juga rendah, serta indeks dominansi (D) cukup tinggi, khususnya di Stasiun 3, yang mencerminkan kondisi ekosistem yang belum stabil dengan dominasi spesies tertentu dan tekanan lingkungan yang tinggi. Kesimpulan. Stasiun pengambilan sambel mengalami tenakan ekologi yang tinggi. Dilihat dari indeks keanekaragaman dan indeks keseragaman di Lokasi penelitian yang rendah sehingga tekanan ekologi yang tinggi. Ditambah dengan indeks dominasi yang hanya di dominasi oleh satu spesies.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Struktur komunitas; makrozoobentos; mangrove; Pulau Tanakeke; indeks ekologi. |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 07:21 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 07:21 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52303 |
