KATU, SUDIRMAN (2025) HUBUNGAN ANTARA POLIMORFISME GEN CCR5, KADAR LANGERIN, KADAR INTERLEUKIN-12 (IL-12), DAN RISIKO PAPARAN SEKSUAL DENGAN SUPRESI VIRUS HUMAN IMUNODEFISIENSI = ASSOCIATION BETWEEN CCR5 GENE POLYMORPHISM, LANGERIN LEVELS, INTERLEUKIN-12 (IL-12) LEVELS, AND RISK OF SEXUAL EXPOSURE WITH HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS SUPPRESSION. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
C013211001-Cover.jpg
Download (306kB) | Preview
C013211001-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (1MB)
C013211001-dp(FILEminimizer).pdf
Download (330kB)
C013211001-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 19 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
SUDIRMAN KATU. Hubungan Antara Polimorfisme Gen CCR5, Kadar Langerin, Kadar Interleukin-12 (Il-12), Dan Risiko Paparan Seksual Terhadap Supresi Virus Human Imunodefisiensi (dibimbing oleh Nasrum Massi dan Risna Halim Mubin) Latar Belakang: Supresi viral load (VL) pada individu dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dipengaruhi oleh faktor genetik, imunologis, dan perilaku. Penelitian ini mengevaluasi hubungan antara polimorfisme gen CCR5-Δ32, kadar langerin, kadar interleukin-12 (IL-12), dan paparan seksual terhadap keberhasilan supresi VL. Metode: Studi kasus-kontrol ini melibatkan 90 individu dengan HIV yang menjalani terapi antiretroviral (ARV) di Makassar, Indonesia. Data genetik diperoleh melalui PCR dan sekuensing gen CCR5. Kadar langerin dan IL-12 diukur dengan metode ELISA. Informasi perilaku seksual dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Tingkat supresi VL lebih tinggi ditemukan pada perempuan, usia <45 tahun, non-LSL (laki-laki seks dengan laki-laki), CD4+ >200 sel/µL, kadar langerin dan IL-12 tinggi, serta perilaku seksual yang aman. Variabel yang berhubungan signifikan dengan supresi VL meliputi kadar IL-12 tinggi (OR=99,4; p<0,001), kadar langerin tinggi (OR=17,9; p<0,001), CD4+ >200 sel/µL (OR=11; p<0,001), tidak melakukan seks anal (OR=4; p<0,001), hanya memiliki satu pasangan (OR=5; p<0,001), dan frekuensi hubungan seksual ≤2 kali/minggu (OR=6,3; p<0,001). Genotipe CCR5-Δ32/wt ditemukan hanya pada 3,3% subjek dan tidak signifikan secara statistik (p=0,121). Didapatkan sistim skoring melalui interaksi skor kadar Langerin, kadar IL-12, dan risiko paparan seksual anal reseptif, anal insertif, dan pervaginam-anal reseptif yang dapat digunakan sebagai prediktor untuk supresi Viral Load pada ODHIV dengan rentang skor 0-5 dan probablitinya 7,8% - 71,6%. Kesimpulan: Supresi viral load HIV ditentukan oleh interaksi kompleks antara interaksi kadar Langerin, kadar IL-12, dan risiko paparan seksual anal reseptif, anal insertif, dan pervaginam-anal reseptif yang dapat digunakan sebagai prediktor untuk supresi Viral Load pada ODHIV. Kata kunci: HIV, CCR5-Δ32, Langerin, Interleukin-12, Supresi Viral Load, Paparan Seksual.
Kata kunci: HIV, CCR5-Δ32, Langerin, Interleukin-12, Supresi Viral Load, Paparan Seksual.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | HIV, CCR5-Δ32, Langerin, Interleukin-12, Supresi Viral Load, Paparan Seksual. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 05:18 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 05:18 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52293 |
