HIDAYATULLAH, SYARIF (2025) HUBUNGAN ANTARA KONTROL GLIKEMIK DENGAN KADAR VITAMIN D3 TERHADAP BIOMARKER BONE FORMATION DAN BONE RESORPTION PADA PASIEN DIABESTES MELITUS TIPE 2 YANG BARU TERDIAGNOSIS = THE RELATIONSHIP BETWEEN GLYCEMIC CONTROL AND VITAMIN D3 LEVELS ON BONE FORMATION AND BONE RESORPTION BIOMARKERS IN NEWLY DIAGNOSED TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C013191019-Cover.jpg
Download (345kB) | Preview
C013191019-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (1MB)
C013191019-dp(FILEminimizer).pdf
Download (178kB)
C013191019-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 23 July 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
SYARIF HIDAYATULLAH. Hubungan Antara Kontrol Glikemik Dengan Kadar Vitamin D3 Terhadap Biomarker Bone Formation Dan Bone Resorption Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Yang Baru Terdiagnosis (dibimbing oleh Andi Makbul Aman, Muhammad Sakti, dan Muhammad Andry Usman) Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang berdampak signifikan pada sistem skeletal, sehingga meningkatkan risiko kerapuhan tulang. Penilaian kesehatan tulang menggunakan penanda pergantian tulang atau Bone Turnover Markers (BTM), seperti Procollagen Type I N-Propeptide (P1NP) untuk pembentukan dan C-terminal Telopeptide of Type I Collagen (CTX) untuk resorpsi, menawarkan respons yang cukup besar dan cepat terhadap perubahan tingkat pergantian tulang dibandingakan pemeriksaan konvensional. Namun, hubungan antara kontrol glikemik, status Vitamin D3, dan BTM pada pasien DM tipe 2 yang baru terdiagnosis dan belum menerima terapi masih belum dipahami sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kontrol glikemik (diukur dengan HbA1c) dan kadar Vitamin D3 terhadap P1NP dan CTX pada pasien DM Tipe 2 yang baru terdiagnosis. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 34 pasien. Kadar HbA1c, Vitamin D3, P1NP, dan CTX diukur dari sampel serum menggunakan metode ELISA. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontrol glikemik yang buruk (HbA1c ≥9%) secara signifikan berhubungan dengan kadar Vitamin D3, P1NP, dan CTX yang lebih rendah, yang mengindikasikan kondisi pergantian tulang yang rendah (low bone turnover). Analisis korelasi juga menunjukkan hubungan negatif yang kuat antara HbA1c dengan Vitamin D3 (r = -0.759), P1NP (r = -0.593), dan CTX (r = -0.702). Sebaliknya, ditemukan korelasi positif yang sangat kuat antara kadar Vitamin D3 dengan P1NP (r = 0.879) dan CTX (r = 0.966). Analisis jalur (Path Analysis) lebih lanjut mengungkap bahwa pengaruh negatif HbA1c terhadap P1NP dan CTX sebagian besar bersifat tidak langsung dan dimediasi melalui penekanan kadar Vitamin D3. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kontrol glikemik yang buruk pada pasien DM tipe 2 tahap awal menekan metabolisme tulang secara primer melalui penurunan kadar Vitamin D3. Peran ganda Vitamin D3 yang berkorelasi positif dengan P1NP dan CTX mencerminkan mekanisme homeostasis yang mungkin masih berfungsi normal, menyoroti kompleksitas interaksi antara hiperglikemia dan kesehatan tulang pada tahap awal penyakit.
Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, kontrol glikemik, Vitamin D3, P1NP, CTX, dan biomarker tulang.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes Melitus Tipe 2, kontrol glikemik, Vitamin D3, P1NP, CTX, dan biomarker tulang. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 01:05 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 01:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52287 |
