WULANDARI, DEWI (2025) Aktivitas Antiinflamasi dan Antibakteri Ekstrak Metanol Alga Coklat (Padina australis) Terhadap Salmonella typhi dan Escherichia coli = Anti-Inflammatory and Antibacterial Activity of Methanol Extract of Brown Algae (Padina australis) Against Salmonella typhi and Escherichia coli. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H031201035-nBizrmNoq02apGS5-20250518113457.jpg
Download (269kB) | Preview
H031201035-1-2.pdf
Download (164kB)
H031201035-dp.pdf
Download (146kB)
H031201035-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 December 2027.
Download (19MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Penyakit demam tifoid yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi dapat menyebabkan terjadinya inflamasi sehingga dapat menimbulkan diare. Diare dapat juga disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli. Resistensi bakteri yang terjadi menyebabkan diperlukannya alternatif pengobatan dari bahan alam. Salah satu spesies alga coklat Padina australis mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang diperoleh dari proses ekstraksi. Ekstrak metanol P. australis menunjukkan potensi sebagai agen antibakteri dan antiinflamasi. Pengujian antiinflamasi dan antibakteri terhadap E. coli dan S. typhi untuk mengetahui potensi ekstrak metanol dalam mengatasi infeksi bakteri dan inflamasi. Tujuan. Mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalam ekstrak metanol P. australis, aktivitas antiinflamasi dan antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. typhi. Metode. Ekstraksi P. australis menggunakan metode maserasi bertingkat dengan tiga sistem pelarut. Ekstrak metanol dilanjutkan dengan fraksinasi, uji fitokimia, uji antiinflamasi secara in vitro dengan metode HRBC, dan uji antibakteri secara in vitro dengan metode difusi cakram, uji titik leleh isolat, dan penentuan gugus fungsi isolat. Hasil. Ekstrak metanol P. australis dengan rendemen sebesar 0,4281% positif mengandung senyawa flavonoid, saponin, steroid, dan asam lemak. Isolat yang diperoleh yaitu senyawa golongan asam lemak sebanyak 53 mg dengan titik leleh 56-58 °C. Aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol menunjukkan nilai IC50 yang diperoleh sebesar 372,03 ppm yang tidak aktif sebagai agen antiinflamasi. Aktivitas antibakteri ekstrak tergolong kuat terhadap S. typhi dengan penghambatan 13,00 mm pada 500 ppm, dan tidak aktif pada bakteri E. coli. Kesimpulan. Ekstrak metanol P. australis mengandung senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, saponin, steroid, dan asam lemak serta memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi dan antibakteri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | antibakteri; antiinflamasi; isolat; metabolit sekunder; Padina australis |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Fisioterapi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 00:59 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 00:59 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52286 |
