HUMAIRAH, SHASKIRANA (2025) Hubungan Indeks Massa Tubuh Lingkar Betis Lingkar Lengan Atas pada Status Fungsional Lansia di Puskesmas Sudiang Kota Makassar = The Relationship Between Body Mass Index Calf Circumference and Upper Arm Circumference with Functional Status of the Elderly at Puskesmas Sudiang Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R021211043-IOg4qsxCBdJ8rpPL-20250506164551.jpg
Download (176kB) | Preview
R021211043-1-2.pdf
Download (483kB)
R021211043-dp.pdf
Download (143kB)
R021211043-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 April 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Peningkatan populasi lansia di Indonesia semakin signifikan. Pada tahun 2020, populasi lansia mencapai lebih dari 27 juta jiwa dan diproyeksikan meningkat menjadi 40 juta jiwa pada tahun 2025 (BPS, 2020). Penurunan massa otot atau sarcopenia menjadi salah satu masalah utama yang memengaruhi kekuatan fisik dan kemandirian lansia (Ramadhanti & Renovaldi, 2024). Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar betis, dan lingkar lengan atas merupakan indikator penting dalam menilai status gizi dan kesehatan fisik lansia, yang berpengaruh pada status fungsional mereka (Salisiyah et al., 2024; Wang et al., 2022). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh, lingkar betis, dan lingkar lengan atas dengan status fungsional lansia di Puskesmas Sudiang Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 108 lansia yang dipilih menggunakan purposive sampling. Status gizi diukur menggunakan IMT, lingkar betis, dan lingkar lengan atas, sedangkan status fungsional lansia dinilai menggunakan Lawton Instrumental Activity of Daily Living (IADL). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Somers' D untuk melihat hubungan antara variabel status gizi dan status fungsional. Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan status fungsional lansia (p = 0.016; r = -0.176), lingkar betis dengan status fungsional lansia (p = 0.001; r = 0.297), serta lingkar lengan atas dengan status fungsional lansia (p = 0.027; r = -0.208). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (IMT, lingkar betis, dan lingkar lengan atas) dengan status fungsional lansia di Puskesmas Sudiang Kota Makassar.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Indeks Massa Tubuh, Lingkar Betis, Lingkar Lengan Atas, Status Fungsional, Lansia |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Fisioterapi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 00:50 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 00:50 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52281 |
