GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN ANKLE SPRAIN NON-OPERATIF DI KLINIK FISIOTERAPI KOTA MAKASSAR TAHUN 2023-2024 = Characteristics of Non-Operative Ankle Sprain Patients at the Makassar City Physiotherapy Clinic in 2023-2024


PALIMBONG, AVRIANI PUTRI` (2025) GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN ANKLE SPRAIN NON-OPERATIF DI KLINIK FISIOTERAPI KOTA MAKASSAR TAHUN 2023-2024 = Characteristics of Non-Operative Ankle Sprain Patients at the Makassar City Physiotherapy Clinic in 2023-2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
R021211033-zmb9sKVhACp2DGFN-20250506211936.jpg

Download (425kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
R021211033-1-2.pdf

Download (463kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
R021211033-dp.pdf

Download (195kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
R021211033-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 March 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Ankle sprain atau cedera pergelangan kaki terkilir merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang paling umum terjadi. Meskipun sering dianggap sebagai cedera ringan atau akut, ankle sprain dapat menimbulkan dampak serius, seperti nyeri, keterbatasan mobilitas, dan kecacatan yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Tujuan. Mengetahui karakteristik pasien ankle sprain non-operative di Klinik Fisioterapi Kota Makassar Tahun 2023-2024. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional study. Data diperoleh melalui analisis data sekunder dari rekam medis pasien di Klinik Fisioterapi EMPhysio Makassar, Klinik Fisioterapi Prima Physio Makassar, Klinik Orthophysio Makassar, Klinik Physiocenter Makassar, dan Klinik Physio Sakti. Hasil. Kelompok usia yang paling sering mengalami ankle sprain adalah dewasa awal (26-35 tahun) sebesar 31,5%. Mayoritas pasien yang berkunjung ke lima klinik tersebut berjenis kelamin laki-laki (61,8%). Sebagian besar pasien berprofesi sebagai wiraswasta (26,1%). Lateral ankle sprain merupakan jenis cedera yang paling umum dialami pasien, mencapai 92%. Mekanisme cedera yang paling banyak terjadi adalah mekanisme non-kontak sebesar 71,8%. Cedera lebih sering terjadi pada ankle kanan dibandingkan ankle kiri (63,9%). Mayoritas pasien mengalami cedera pertama kali (74,4%). Gejala utama yang dialami seluruh pasien adalah nyeri (dolor) dan gangguan fungsi (functio laesa). Sebagian besar pasien (91,2%) tidak mengalami komplikasi setelah cedera, serta tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi fisioterapi cukup tinggi, mencapai 94,5%. Kesimpulan. Pasien ankle sprain didominasi oleh kelompok usia dewasa awal, berjenis kelamin laki-laki, dan mayoritas berprofesi sebagai wiraswasta. Jenis cedera yang paling sering terjadi adalah lateral ankle sprain dengan mekanisme non-kontak. Cedera lebih banyak terjadi pada ankle kanan dan merupakan cedera pertama kali bagi sebagian besar pasien. Gejala utama yang dialami semua pasien adalah nyeri dan gangguan fungsi. Sebagian besar pasien tidak mengalami komplikasi serta memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap terapi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ankle Sprain; Non-Operatif; Cedera Ankle; Cedera Muskuloskeletal
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Fisioterapi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 07 Jan 2026 00:43
Last Modified: 07 Jan 2026 00:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52279

Actions (login required)

View Item
View Item