AULIA, ANDI DEA (2025) HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN GAYA BERJALAN PADA LANSIA DI PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR = THE RELATIONSHIP BETWEEN LEG MUSCLE STRENGTH AND GAIT IN THE ELDERLY AT THE BATUA HEALTH CENTER, MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R021211029-YLHnjFmUWtvwSoeA-20250507172631.jpg
Download (184kB) | Preview
R021211029-1-2.pdf
Download (1MB)
R021211029-dp.pdf
Download (463kB)
R021211029-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 March 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
ANDI DEA AULIA. Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai dengan Gaya Berjalan pada Lansia di Puskesmas Batua Kota Makassar (dibimbing oleh Yusfina, S.Ft.,Physio.,M.Kes .) Latar Belakang. Perubahan akibat dari proses penuaan pada lansia biasanya terjadi pada usia 50 tahun keatas. Penurunan tersebut ditandai dengan melemahnya otot tungkai yang dapat berdampak signifikan terhadap gaya berjalan mereka, yang berpotensi mempengaruhi mobilitas dan kualitas hidup lansia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan gaya berjalan pada lansia di Puskesmas Batua, Kota Makassar. Metode. Penelitian dilakukan di Puskesmas Batua Kota Makassar dengan melibatkan 60 lansia berusia 60 tahun ke atas sebagai responden. Data dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan hubungan antara kekuatan otot tungkai dan gaya berjalan. Hasil. Berdasarkan distribusi kekuatan otot tungkai pada lansia, didapatkan 68,3% lansia yang mengalami kelemahan otot tungkai. Pada distribusi gaya berjalan, ditemukan abnormalitas pada beberapa parameter, yaitu Stride Length (80%), Step Length (100%), Step Width (68,3%), dan Speed (83,3%) lansia memiliki pola berjalan yang abnormal. Sedangkan pada kategori Cadance, sebanyak 56,7% lansia memiliki irama berjalan yang normal. Analisis statistik menggunakan korelasi Spearman Rho menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan (p>0,05), antara kekuatan otot tungkai dengan empat parameter spatiotemporal, yaitu Stride Length (p=0,028, r=0,283), Step Length (p=0,034, r=0,274), Speed (p=0,000, r=0,437) dengan tingkat korelasi cukup, dan Cadance (p=0,000, r=0,603) dengan tingkat korelasi kuat. Sedangkan pada parameter Step Width menunjukkan bahwa antara Kekuatan Otot Tungkai dengan parameter Step Width diperoleh nilai p=0,841 (p>0,05), mengindikasikan tidak adanya hubungan signifikan antara kedua variabel tersebut, dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,026 yang menggambarkan tingkat korelasi yang sangat lemah. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dan gaya berjalan pada empat parameter spatiotemporal yaitu Stride Length, Step Length, Cadance dan Speed pada lansia di Puskesmas Batua Kota Makassar, yang menunjukkan pentingnya penguatan otot untuk meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup lansia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | lansia; kekuatan otot tungkai; gaya berjalan; mobilitas; spatiotemporal |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Fisioterapi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 00:39 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 00:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52273 |
