AL KHALAF, OMAR (2025) ANALISIS PENGGUNAAN MANNITOL DAN DEKSAMETASON PADA PASIEN CEDERA OTAK TRAUMATIK DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO PADA TAHUN 2023 = Analysis of the Use of Mannitol and Dexamethasone in Traumatic brain injury patients at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital During the Year 2023. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011211271-Cover.jpg
Download (426kB) | Preview
C011211271-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (5MB)
C011211271-dp(FILEminimizer).pdf
Download (177kB)
C011211271-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 9 July 2027.
Download (747kB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Cedera otak traumatik (TBI) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penanganan TBI memerlukan pendekatan multidisipliner, termasuk terapi farmakologis untuk menurunkan tekanan intrakranial dan mencegah cedera sekunder. Mannitol dan deksametason adalah dua obat yang sering digunakan dalam praktik klinis untuk menangani TBI, namun efektivitas dan hubungannya terhadap luaran klinis pasien masih menjadi perdebatan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara penggunaan mannitol, deksametason, serta kombinasi keduanya terhadap luaran klinis pasien TBI di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo selama tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien TBI yang dirawat di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo selama periode Januari hingga Desember 2023. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara terapi yang diberikan dan luaran saat pasien dipulangkan dari rumah sakit. Hasil: Dari 496 pasien TBI yang diteliti, ditemukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara pemberian mannitol, deksametason, dan kombinasi keduanya dengan luaran saat pulang (p < 0,001). Pasien yang menerima deksametason menunjukkan tingkat kematian yang lebih rendah dibandingkan pasien yang tidak mendapatkannya. Sebaliknya, terapi kombinasi justru ditemukan lebih sering digunakan pada kasus dengan kondisi klinis yang lebih berat, yang mungkin berkontribusi terhadap angka mortalitas yang lebih tinggi. Kesimpulan: Penggunaan mannitol dan deksametason berhubungan secara signifikan dengan luaran klinis pasien TBI, dengan deksametason menunjukkan potensi manfaat dalam mengurangi mortalitas. Sementara itu, terapi kombinasi perlu dikaji lebih lanjut mengingat kecenderungannya digunakan pada pasien dengan kondisi yang lebih berat. Studi lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas terapi ini secara lebih komprehensif.
Kata kunci: Cedera otak traumatik, mannitol, deksametason, luaran klinis, RSUP Wahidin.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Traumatic brain injury, mannitol, dexamethasone, discharge outcomes, Wahidin Hospital. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 00:34 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 00:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52270 |
