AZIS, A. NURUL ANISA (2025) Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Massa Otot, Kandungan Mineral dan Kepadatan Tulang Pada Lanjut Usia di Puskesmas Tamalanrea, Kota Makassar = The Relationship Between Physical Activity with Muscle Mass, Mineral Density, and Bone Density in the Elderly at Tamalanrea Health Center, Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R021211025-XuRxc18aVUvijGnF-20250508112235.jpg
Download (105kB) | Preview
R021211025-1-2.pdf
Download (3MB)
R021211025-dp.pdf
Download (424kB)
R021211025-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 April 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Fenomena meningkatnya jumlah lansia setiap tahunnya membawa tantangan besar, terutama terkait penurunan fungsi muskuloskeletal yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup mereka. Penurunan fungsi muskulosketal dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya massa otot, kepadatan mineral tulang dan aktivitas fisik. Penurunan tersebut tidak hanya berhubungan dengan penuaan alami, tetapi juga berisiko meningkatkan kejadian cedera dan menurunkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, massa otot, kandungan mineral dan kepadatan tulang pada lanjut usia di Puskemas Tamalanrea, Kota Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional study dengan sampel sebanyak 133 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan kuesioner IPAQ yang terstandarisasi, sementara massa otot dan kepadatan mineral tulang diukur menggunakan bioelectrical impedance analysis (BIA). Data dianalisis menggunakan uji statistic Somers’D untuk mengetahui signifikanitas hubungan dan koefisien korelasi untuk mengambarkan kekuatan hubungan tersebut. Hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas fisik berhubungan secara signifikan dengan massa otot (nilai Sig. = 0,000, r = -0,530), kandungan mineral tulang (nilai Sig.= 0,012, r = - 0.214) serta kepadatan tulang (nilai Sig. = 0,002, r = -0,263). Koefisien korelasi negatif ini menunjukkan bahwa semakin tinggi aktivitas fisik, semakin rendah massa otot kandungan mineral dan kepadatan tulang yang terukur, yang menandakan hubungan terbalik. Kesimpulan. Aktivitas Fisik memiliki hubungan signifikan, sekaligus bersifat terbalik dengan massa otot, kandungan mineral serta kepadatan tulang pada lansia di Puskesmas Tamalanrea. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatnya tingkat aktivitas fisik dapat menjadi stategi penting dalam upaya menjaga kesehatan muskuloskeletal lansia
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | penuaan; lanjut usia; massa otot; aktivitas fisik; Kandungan mineral tulang. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Fisioterapi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 07:19 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 07:19 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52263 |
