Hubungan antara Aktivitas Fisik, Kekuatan Otot Quadricep, dengan Massa Otot terhadap Risiko Jatuh pada Lansia di Puskesmas Tamalanrea, Kota Makassar = The Relationship between Physical Activity, Quadriceps Muscle Strength, and Muscle Mass with the Risk of Falls in the Elderly at Tamalanrea Health Center, Makassar City


MUTHMAINNAH, MUTHMAINNAH (2025) Hubungan antara Aktivitas Fisik, Kekuatan Otot Quadricep, dengan Massa Otot terhadap Risiko Jatuh pada Lansia di Puskesmas Tamalanrea, Kota Makassar = The Relationship between Physical Activity, Quadriceps Muscle Strength, and Muscle Mass with the Risk of Falls in the Elderly at Tamalanrea Health Center, Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
R021211015-Iazv2H5A7Zoik1ye-20250508215510.jpeg

Download (61kB) | Preview
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
R021211015-dp.pdf

Download (160kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
R021211015-1-2.pdf

Download (414kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
R021211015-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 April 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Risiko jatuh pada lansia merupakan permasalahan serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas fisik, kekuatan otot quadricep, dan massa otot, yang ketiganya berperan penting dalam menjaga stabilitas dan mobilitas tubuh lansia. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, kekuatan otot quadricep, dan massa otot terhadap risiko jatuh pada lansia. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot quadricep, massa otot, dan aktivitas fisik dengan risiko jatuh pada lansia. Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan sampel sebanyak 133 lansia berusia 60 tahun ke atas yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran aktivitas fisik menggunakan kuisioner PASE, kekuatan otot quadricep menggunakan 30 Second Chair Stand Test (30CST), massa otot menggunakan timbangan Karada Scan, dan risiko jatuh menggunakan Time Up and Go Test (TUGT). Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogrov-Smirnov dan uji korelasi Spearman's rho. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan risiko jatuh (p=0.000; r=-0.606), di mana semakin tinggi aktivitas fisik, semakin rendah risiko jatuh. Selain itu, kekuatan otot quadricep dan massa otot juga memiliki hubungan signifikan dengan risiko jatuh. Lansia dengan kekuatan otot quadricep yang normal dan massa otot yang lebih tinggi cenderung memiliki risiko jatuh yang lebih rendah. Kesimpulan. Aktivitas fisik, kekuatan otot quadricep, dan massa otot memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko jatuh pada lansia. Oleh karena itu, intervensi yang meningkatkan aktivitas fisik, kekuatan otot, dan massa otot dapat menjadi strategi efektif untuk mengurangi risiko jatuh pada lansia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Lansia; Aktivitas fisik; Kekuatan otot quadricep; Massa otot; Risiko Jatuh
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Fisioterapi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 06 Jan 2026 07:02
Last Modified: 06 Jan 2026 07:02
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52261

Actions (login required)

View Item
View Item