STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA RUMPUT LAUT SANGO-SANGO (GRACILARIA SP.) DI KELURAHAN BENTENG, KECAMATAN PITUMPANUA, KABUPATEN WAJO = Development Strategy for Sango-Sango (Gracilaria sp.) Seaweed Farming in Benteng Subdistrict, Pitumpanua District, Wajo Regency


YUSRIANI, RIRIN (2025) STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA RUMPUT LAUT SANGO-SANGO (GRACILARIA SP.) DI KELURAHAN BENTENG, KECAMATAN PITUMPANUA, KABUPATEN WAJO = Development Strategy for Sango-Sango (Gracilaria sp.) Seaweed Farming in Benteng Subdistrict, Pitumpanua District, Wajo Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L041211023-I7Uhkr46Q1samfXj-20250806131535.jpg

Download (316kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L041211023-1-2.pdf

Download (252kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L041211023-dp.pdf

Download (171kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
L041211023-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 August 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK RIRIN YUSRIANI, Strategi Pengembangan Usaha Budidaya Rumput Laut Sango-Sango (Gracilaria sp.) Di Kelurahan Benteng, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, (dibimbing oleh Sri Suro Adhawati) Rumput laut Gracilaria sp. atau Sango-Sango merupakan komoditas unggulan sektor perikanan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kelurahan Benteng, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo. Meskipun memiliki potensi budidaya yang tinggi, usaha ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti ketergantungan terhadap tengkulak, keterbatasan modal, dan rendahnya penerapan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi usaha budidaya rumput laut Sango-Sango serta merumuskan strategi pengembangan yang tepat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan mixed method dengan desain sequential exploratory, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 24 pembudidaya yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan SWOT, IFAS, dan EFAS. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pembudidaya telah menjalankan usaha secara mandiri dengan teknik semi-intensif, sarana utama tersedia, dan frekuensi panen mencapai 7-8 kali per tahun. Posisi usaha berada pada Kuadran I (strategi agresif), sehingga pengembangan dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas SDM, optimalisasi sarana, serta perluasan akses pasar dan teknologi. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas jaringan usaha, serta menciptakan sistem budidaya yang lebih adaptif dan berkelanjutan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Strategi, SWOT, Budidaya, Gracilaria sp.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 06 Jan 2026 06:39
Last Modified: 06 Jan 2026 06:39
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52258

Actions (login required)

View Item
View Item