ATHIRA, NISRINA (2025) Hubungan Ekspansi Toraks dan Peak Expiratory Flow Rate pada Anggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin = The Relationship Between Thoracic Expansion and Peak Expiratory Flow Rate in Hasanuddin University Student Choir Members. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R021211003-r2RqisN1kmTbw9cB-20250507094757.jpg
Download (360kB) | Preview
R021211003-1-2.pdf
Download (757kB)
R021211003-dp.pdf
Download (150kB)
R021211003-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 April 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
NISRINA ATHIRA. Hubungan Ekspansi Toraks dan Peak Expiratory Flow Rate pada Anggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin (dibimbing oleh Dr. Andi Rizky Arbaim Hasyar, S.Ft., Physio). Latar Belakang: Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) dan ekspansi toraks merupakan indikator utama fungsi paru. Remaja saat ini memiliki PEFR yang rendah, yang dapat dipengaruhi oleh IMT, tinggi badan, dan pola pernapasan yang tidak optimal. Bernyanyi dapat melatih pernapasan dan meningkatkan PEFR serta ekspansi toraks, tetapi hubungan antara ekspansi toraks dan PEFR dalam aktivitas bernyanyi belum banyak diteliti. Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin (PSM Unhas), dengan latihan vokalnya, berpotensi menjadi model dalam memahami dampak vokalisasi terhadap kapasitas pernapasan. Dengan begitu, penelitian yang membandingkan mahasiswa non-paduan suara dengan anggota PSM Unhas diharapkan dapat mengisi celah tersebut. Tujuan: Bertujuan untuk mengetahui nilai rata-rata, perbedaan, dan hubungan ekspansi toraks dengan PEFR pada mahasiswa non-paduan suara dan anggota PSM Unhas. Metode: Studi ini menggunakan purposive sampling dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 70 orang dilibatkan dalam penelitian ini. Ekspansi toraks diukur dengan pita meter, sementara PEFR menggunakan peak flow meter. Analisis data dengan pendekatan uji mann-whitney dan uji Spearmans Rho. Hasil: Studi ini menunjukkan perbedaan ekspansi toraks dan PEFR antara mahasiswa non-paduan suara dan anggota PSM Unhas, dengan hubungan yang bervariasi. Korelasi sedang ditemukan pada mahasiswa non-paduan suara (p = 0.017, p = 0.013), sedangkan pada anggota PSM Unhas hubungan lemah dan tidak signifikan (p = 0.771, p = 0.084). Namun, ketika kedua kelompok digabungkan, hubungan menjadi kuat dan sangat signifikan (p < 0.001, p < 0.001). Kesimpulan: Hubungan ekspansi toraks dan PEFR bervariasi: korelasi sedang pada mahasiswa non-paduan suara, lemah pada PSM Unhas, namun kuat saat digabung. Hal ini menunjukkan bahwa latihan vokal dapat meningkatkan kapasitas paru dan mengubah pola pernapasan, mengurangi ketergantungan pada ekspansi toraks melalui teknik pernapasan diafragma untuk ekspirasi maksimal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ekspansi toraks; Peak Expiratory Flow Rate (PEFR); Anggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin (PSM Unhas); Mahasiswa Non-Paduan Suara |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Fisioterapi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 01:13 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 01:13 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52221 |
