Kadar Beta-Hydroxybutyrate, Hormon Igf-1, dan Prolaktin Pada Sapi Friesian Holstein Post Partus yang Diberi Formula Green Concentrate Untuk Mengurangi Kejadian Negative Energy Balance = Beta-Hydroxybutyrate, Hormone Igf-1, and Prolactin Levels in Post Partum Friesian Holstein Cows Fed Green Concentrate Formula to Reduce the Incidence of Negative Energy Balance


NURFADILAH, AZISAH (2025) Kadar Beta-Hydroxybutyrate, Hormon Igf-1, dan Prolaktin Pada Sapi Friesian Holstein Post Partus yang Diberi Formula Green Concentrate Untuk Mengurangi Kejadian Negative Energy Balance = Beta-Hydroxybutyrate, Hormone Igf-1, and Prolactin Levels in Post Partum Friesian Holstein Cows Fed Green Concentrate Formula to Reduce the Incidence of Negative Energy Balance. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
I011211202-Cover.jpg

Download (405kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
I011211202-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (269kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
I011211202-dp(FILEminimizer).pdf

Download (162kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
I011211202-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 27 May 2027.

Download (732kB)

Abstract (Abstrak)

Negative Energi Balance (NEB) adalah kondisi dimana sapi perah pada awal laktasi mengalami ketidakseimbangan energi karena kebutuhan energi ternak recovery post partus, menyusui, dan memproduksi susu lebih besar dibandingkan dengan asupan energinya. Salah satu solusi untuk mengurangi status NEB adalah dengan pemberian pakan yang kaya akan kandungan nutrisi sumber energi dan protein seperti green concentrate (GC). Indikator sapi perah mengalami kejadian NEB adalah kadar Beta-Hydroxybutyrate (BHB) darah, hormon IGF-1, dan prolaktin (PRL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar BHB darah, hormon IGF-1, dan PRL pada sapi FH post partus yang diberi formula GC untuk mengurangi kejadian NEB.. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan yaitu, konsentrat komersil (P0), GC mengandung 5% Indigofera dan 15% gamal (P1), dan GC mengandung 10% indigofera dan 20% gamal (P2). Pengambilan sampel darah dilakukan pada hari ke- 30 penelitian untuk mengukur kadar BHB Darah, hormon IGF-1 dan PRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian GC untuk mengurangi kejadian NEB berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar BHB darah (P2 Vs P1 Vs P0), berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap kadar IGF-1 (P2 Vs P1 Vs P0), namun tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kadar PRL sapi FH. Pemanfaatan GC P1 dan P2 dapat menjadi pakan alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sapi FH post partus. Pemberian pakan level 20% gamal dan 10% indigofera (P2) pada sapi perah post partus dapat menjadi solusi yang tepat untuk menurunkan status NEB, diindikasikan dengan penurunan kadar BHB darah serta peningkatan kadar hormon IGF-1 dan PRL.

Keyword : Negative energy balance, Green concentrate, Beta-Hydroxybutyrate, Hormon, Friesian Holstein.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Negative energy balance, Green concentrate, Beta-Hydroxybutyrate, Hormone, Friesian Holstein.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 06 Jan 2026 00:53
Last Modified: 06 Jan 2026 00:53
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52216

Actions (login required)

View Item
View Item