Penerapan Biosekuriti pada Peternakan Sapi Potong di Desa Labuaja Kecamatan Kahu Kabupaten Bone = Implementation of Biosecurity in Beef Cattle Farming in Labuaja Village, Kahu District, Bone Regency


SARI, FITRIA DESWITA (2025) Penerapan Biosekuriti pada Peternakan Sapi Potong di Desa Labuaja Kecamatan Kahu Kabupaten Bone = Implementation of Biosecurity in Beef Cattle Farming in Labuaja Village, Kahu District, Bone Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
I011211188-Cover.jpg

Download (246kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
I011211188-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (13kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
I011211188-dp(FILEminimizer).pdf

Download (9kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
I011211188-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Biosekuriti merupakan aspek yang sangat penting untuk menjamin kesehatan hewan terutama di peternakan sapi potong, meningkatkan produktivitas serta mencegah penyebaran penyakit. Biosekuriti sering kali menjadi faktor utama penyebaran penyakit di kalangan ternak sapi dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak higienis dan manajemen yang kurang baik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan biosekuriti pada usaha peternakan sapi potong di Desa Labuaja Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. Metode. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang di kuantitatifkan. Jumlah sampel sebanayak 42 Peternak. Metode yang digunakan yaitu metode observasi dan wawancara menggunakan kuisioner. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Variabel yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari sanitasi, isolasi dan kontrol lalu lintas. Variabel dalam penelitian ini diukur menggunakan skala Guttman. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan biosekuriti secara umum masih tergolong rendah dengan rata-rata penerapan sebesar 35,2%. Secara rinci, variabel sanitasi hanya diterapkan sebesar 25,2%, variabel isolasi sebesar 47%, dan kontrol lalu lintas sebesar 33,3%. Rendahnya penerapan biosekuriti ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, kesadaran, serta keterbatasan fasilitas di kalangan peternak.

Keyword : Biosekuriti, Sapi potong.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Biosecurity, Beef cattle.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 05 Jan 2026 07:23
Last Modified: 05 Jan 2026 07:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52195

Actions (login required)

View Item
View Item