Karakteristik Kitin yang Diekstraksi dari Sisik Ikan Kakap Merah (Lutjanus campenchanus) = Characteristics of Chitin Extracted from the Scales of Red Snapper (Lutjanus campenchanus)


WULANDHARI, WULANDHARI (2025) Karakteristik Kitin yang Diekstraksi dari Sisik Ikan Kakap Merah (Lutjanus campenchanus) = Characteristics of Chitin Extracted from the Scales of Red Snapper (Lutjanus campenchanus). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L061211013-F5iEO8QH0tbqSdos-20250814092857.jpg

Download (57kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L061211013-1-2.pdf

Download (928kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L061211013-dp.pdf

Download (402kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
L061211013-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 July 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang Limbah sisik ikan kakap merah (Lutjanus campechanus) yang dihasilkan dari kegiatan pengolahan ikan, khususnya oleh industri rumah tangga, umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan pada sisik ikan yang cukup memiliki potensi sebagai sumber kitin, yaitu biopolimer alami kedua paling melimpah setelah selulosa. Kitin dapat diolah menjadi kitosan yang berguna dalam berbagai industri, seperti farmasi, pertanian, dan kemasan ramah lingkungan. Dengan sifat biodegradabel dan biokompatibel, kitin berperan penting dalam pengolahan limbah dan pengendalian polusi, sehingga berkontribusi pada pengembangan industri berkelanjutan dan pengurangan dampak lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat kitin yang diperoleh dari sisik ikan kakap merah (Lutjanus campenchanus). Metode. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu NaOH dan KOH dengan suhu ekstraksi 650C dan 700C dengan 3 kali pengulangan. Unit percobaan dilakukan sebanyak 12 unit percobaan. Perhitungan rendemen, spektrofotometer FTIR dan pengujian karakteristik kimia yaitu kadar air, kadar abu, dan nitrogen. Data yang dihasilkan dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji Duncan. Hasil. Hasil menunjukkan bahwa KOH 70°C memberikan rendemen tertinggi (33,29%), kadar air terendah (3,68%), kadar abu terendah (3,18%), dan kadar nitrogen terendah (2,76%), menjadikannya perlakuan paling optimal. Sebaliknya, NaOH 65°C menghasilkan rendemen terendah (24,08%) dan kadar abu tertinggi (3,75%). Uji ANOVA dan Duncan mengonfirmasi perbedaan signifikan antar perlakuan pada semua parameter. Analisis FTIR menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak merusak struktur kimia utama kitin, ditandai dengan munculnya pita-pita serapan khas. Kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan KOH 70°C memberikan hasil terbaik dengan rendemen 33,29%, kadar air 3,68%, kadar abu 3,18%, dan kadar nitrogen 2,76%. Spektrum FTIR mengonfirmasi bahwa struktur utama kitin tetap terjaga pada semua perlakuan. Dengan demikian, KOH 70°C merupakan kondisi optimal dalam ekstraksi kitin berkualitas tinggi yang potensial untuk aplikasi bioindustri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: karakteristik, kitin, sisik ikan kakap merah
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 05 Jan 2026 06:23
Last Modified: 05 Jan 2026 06:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52180

Actions (login required)

View Item
View Item